SNIPER86.COM, Pasuruan - Banjir tak hanya melumpuhkan wilayah Kabupaten Pasuruan, tapi juga merendam belasan kelurahan di 4 kecamatan di Kota Pasuruan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah hulu memicu luapan tiga sungai besar sekaligus. Yakni, Sungai Gembong, Sungai Petung, dan Sungai Welang.
Di wilayah Kota, air mulai merangkak naik sejak pukul 19.00 WIB. Sungai Gembong menjadi yang pertama meluap, disusul Sungai Petung dan Sungai Welang.
Jalur pantura di wilayah barat (Karangketug) dan wilayah timur (blandongan) lumpuh total, jadi diberlakukan sistem buka-tutup sehingga menyebabkan kemacetan panjang kendaraan logistik.
Hingga Rabu (25/3) dini hari, genangan air masih bertahan di beberapa pemukiman warga dan sejumlah ruas jalan protokol. Banjir sudah surut sekitar jam 05.00 WIB.
Data dari Pusdalops BPBD Kota Pasuruan menyebutkan, luapan Sungai Gembong berdampak paling luas sehingga sejumlah perahu nelayan yang bersandar di kawasan Pelabuhan Pasuruan dikabarkan hanyut terseret ke laut. Itu terjadi akibat derasnya arus Sungai Gembong yang mengalir menuju muara.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 01.30, akibat debit air sungai yang meningkat drastis. Kuatnya terjangan arus menyebabkan tali-tali tambatan perahu tidak mampu menahan beban hingga putus. Akibatnya, beberapa perahu lepas kendali dan hanyut terbawa arus menuju laut lepas.
Data di 4 Kecamatan yang Terdampak Hujan Deras dan Luapan Air Sungai
Di Kecamatan Purworejo, lima kelurahan terendam, yakni Pohjentrek, Wirogunan, Purutrejo, Kebonagung, dan Purworejo.
di Kecamatan Panggungrejo, air merendam Petamanan, Kebonsari, Kandangsapi, dan Bangilan.
Kecamatan Bugul Kidul, yang terendam Blandongan, Bugul Kidul, Kepel. Di Kecamatan Purworejo seperti tampak di perkampungan dekat Sungai Gembong di lingkungan Jambangan, Kelurahan Purworejo.
Warga terdampak tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang dan
kendaraan mereka ke lokasi yang aman dari banjir.
BPBD Kota Pasuruan memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil diprediksi mencapai angka yang signifikan. "Kerusakan infrastruktur dan lahan sawah produktif masih dalam penghitungan pihak terkait," tambah Eliasa.
Langkah Darurat Terus Dilakukan
Dinas Kesehatan juga telah menyiagakan unit ambulans di titik-titik rawan.
Sementara, bantuan logistik mulai didistribusikan ke wilayah terdampak luapan, terutama di wilayah Sungai Gembong yang merupakan terdampak paling parah. Seluruh elemen mulai dari TNI/Polri, relawan, hingga petugas PLN tetap bersiaga memantau debit air yang masih fluktuatif.
Penyebab banjir serentak ini disebabkan oleh tingginya curah hujan di hulu yang melampaui 3 jam. Volume air yang melebihi kapasitas sungai diperparah dengan sumbatan material. Sampah rumah tangga hingga rumpun bambu (barongan) yang hanyut dari hulu menyumbat aliran air di jembatan-jembatan utama.
Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama jika hujan susulan kembali turun di wilayah pegunungan yang menjadi hulu sungai. Terutama warga yang berada di daerah bantaran sungai diimbau untuk selalu memantau perkembangan debit air dan mengikuti arahan petugas di lapangan.*(Irfan)





