SNIPER86.COM, Probolinggo – Semangat spiritual menyelimuti kawasan Wisata Miniatur Ka'bah, Bentar, pada Ahad (5/4/2026). Sebanyak 380 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Manasik Kubro sebagai bekal pamungkas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kegiatan ini merupakan agenda krusial yang diinisiasi oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Probolinggo. Tujuannya jelas, yaitu menyelaraskan pemahaman fiqih haji sekaligus membangun kekompakan antara jamaah, Ketua Regu (Karu), dan Ketua Rombongan (Karom). Dalam suasana yang khidmat, para jamaah mempraktikkan rukun dan wajib haji, mulai dari niat ihram, tawaf, sa'i, hingga simulasi wukuf.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim PPIH guna memastikan setiap jamaah, terutama lansia, memahami alur pergerakan selama di Makkah dan Madinah nantinya.
Petugas di lapangan terlihat sigap memberikan instruksi teknis, mulai dari tata cara penggunaan kain ihram hingga pengaturan barisan agar tetap tertib dan aman.
Salah satu sosok yang tampak sibuk di tengah kerumunan jamaah adalah Suharto, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang bertugas sebagai petugas PPIH. Dengan sabar, ia memberikan bimbingan langsung kepada jamaah yang masih kebingungan terkait teknis ibadah.
"Tugas kami bukan sekadar memastikan administrasi beres, tapi memastikan mental dan pemahaman ibadah jamaah sudah benar-benar matang," ujar Suharto di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, Manasik Kubro ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan jembatan emosional bagi jamaah. "Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari 380 jamaah Kloter 1 hari ini. Fokus kami sebagai petugas adalah memberikan rasa aman dan nyaman. Saya selalu menekankan kepada jamaah agar menganggap kami (petugas) sebagai keluarga sendiri. Jangan sungkan bertanya, karena kelancaran ibadah mereka adalah prioritas utama dan kebahagiaan bagi kami di Kemenag," tambah Suharto dengan penuh dedikasi.
Melalui giat ini, diharapkan jamaah haji Kabupaten Probolinggo dapat menjadi jamaah yang mandiri, disiplin, dan memiliki ketahanan fisik yang baik. Dengan bimbingan intensif dari para penyuluh profesional seperti Suharto, PPIH optimis kloter pertama ini akan berangkat dengan kesiapan 100 persen.
Kegiatan berakhir dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keselamatan agar seluruh jamaah dapat meraih predikat haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.*
(Ads)




