SNIPER86.COM, Pasuruan - Peristiwa mengejutkan terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya. Dua rumah dilaporkan ambruk di RT 01-RW 08, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo.
Dua rumah tersebut diketahui disewa dan ditempati oleh Pak Kusem dan Bu Kasri. Salah satu rumah merupakan milik Kaji Dayat yang selama ini disewa oleh Pak Kusem, sementara rumah lainnya ditempati oleh Bu Kasri.
Kejadian yang berlangsung secara mendadak ini membuat warga sekitar sontak geger. Pasalnya, tidak ada angin kencang maupun hujan deras yang biasanya menjadi penyebab bangunan roboh.
Menurut keterangan warga setempat, kedua rumah dalam kondisi ditempati saat insiden terjadi. Terdapat satu korban yakni anak dari Pak Kusem yang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah R. Soedarsono untuk mendapatkan perawatan medis.
Pak Kusem selaku penyewa mengaku sudah lama menempati rumah tersebut tanpa adanya perbaikan dari pemilik. "Saya sudah lama nempati, tapi belum ada perbaikan sama sekali," ujar Pak Kusem.
"Saya kaget sekali, tiba-tiba terdengar suara keras seperti bangunan roboh. Pas keluar rumah, ternyata dua rumah sudah ambruk," ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Pasca kejadian, lokasi langsung ditinjau oleh Pak Lurah Trajeng, Erfan Effendy, bersama Bhabinkamtibmas (Kantibmas) setempat guna melihat kondisi di lapangan serta memastikan penanganan berjalan dengan baik. Selain itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah datang ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal.
"Dalam kejadian ini menjadi perhatian pihak kelurahan. Untuk sementara, para korban akan difasilitasi tempat tinggal (disewakan) dan penanganannya turut ditanggung oleh pihak kelurahan," ujar Lurah Trajen kepada awak media.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab ambruknya bangunan tersebut. "Dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua atau struktur yang tidak lagi kuat menahan beban," sambungnya.
Warga bersama pihak terkait langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan. Sementara itu, diharapkan ada perhatian lanjutan dari pemerintah daerah untuk membantu penanganan pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi bangunan tempat tinggal, terutama yang sudah berusia tua atau mengalami kerusakan struktural.*(Irfan)




