• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Harga Kelapa Anjlok, Petani di Tanjab Barat Menjerit: “Seperti Gratis”

    Sabtu, 08 Agustus 2026, 4:23:00 PM WIB Last Updated 2026-08-08T09:26:46Z

    SNIPER86.COM, Tanjab Barat – Petani kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, mengeluhkan anjloknya harga buah kelapa yang dinilai semakin tidak sebanding dengan biaya dan hasil yang diperoleh petani.

    Keluhan tersebut disampaikan petani pada Sabtu (8/8/2026). Menurut mereka, harga kelapa saat ini turun cukup drastis hingga hasil panen yang diperoleh terasa seperti tidak memiliki nilai yang layak.

    "Buah kelapa sekarang turun, tidak seperti yang diharapkan. Kalau kondisinya seperti ini, kami sebagai petani sangat terpukul," ujar Deni, salah seorang petani.

    Ia mengatakan, kondisi tersebut semakin berat karena kebutuhan pokok masyarakat saat ini justru banyak mengalami kenaikan harga. Sementara itu, harga hasil perkebunan yang menjadi sumber penghasilan petani kelapa mengalami penurunan.


    Petani berharap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait, dapat memberikan perhatian terhadap kondisi harga komoditas kelapa yang saat ini dikeluhkan masyarakat.

    "Kami berharap harga kelapa bisa kembali pulih seperti biasanya. Kalau terus seperti ini, kami sebagai petani sangat kesulitan. Apalagi banyak harga kebutuhan pokok yang tinggi, sementara harga kelapa justru turun," tuturnya.

    Menurut Deni, petani sangat membutuhkan kebijakan dan langkah nyata dari pemerintah, agar harga komoditas kelapa dapat kembali memberikan nilai ekonomi yang layak bagi masyarakat.

    "Semoga pemerintah dan pemerintah daerah bisa membantu masyarakat, khususnya para petani kelapa, agar harga kelapa bisa kembali normal," harapnya.

    Para petani berharap, persoalan harga kelapa tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, sehingga keberlangsungan usaha perkebunan rakyat tetap terjaga dan pendapatan petani tidak semakin tertekan.*(Deni)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini