SNIPER86.COM, BINJAI — Pelayanan di RSUD Dr. Djoelham Binjai kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul informasi disertai rekaman video terkait seorang pasien yang dibawa ke rumah sakit tersebut pada Senin malam, 5 Oktober 2026, dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Persoalan yang menjadi sorotan bukan semata-mata mengenai meninggalnya pasien, melainkan dugaan tidak berada di tempatnya dokter jaga ketika keluarga pasien membutuhkan pemeriksaan terhadap pasien yang disebut dalam kondisi koma.
Dalam rekaman yang diterima, keluarga pasien terlihat meminta agar dokter jaga segera memeriksa kondisi pasien. Namun, ketika keberadaan dokter jaga dipertanyakan, terdengar keterangan bahwa dokter jaga diduga tidak berada di lokasi.
Situasi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapsiagaan pelayanan medis, khususnya pada jam malam ketika pasien dalam kondisi kritis membutuhkan penanganan cepat.
Pasien Kritis, Dokter Jaga Dipertanyakan
Jika informasi dalam rekaman tersebut benar, publik patut mempertanyakan bagaimana mekanisme pelayanan dan pengawasan dokter jaga di RSUD Dr. Djoelham.
Sebab, keberadaan dokter jaga pada pelayanan rumah sakit bukan sekadar persoalan administratif. Ketika pasien datang dalam kondisi kritis, keluarga tentu berharap ada tenaga medis yang dapat segera melakukan pemeriksaan dan menentukan tindakan medis yang diperlukan.
Namun demikian, terkait kondisi medis pasien, tindakan yang telah diberikan, serta penyebab meninggalnya pasien, seluruhnya tetap harus berdasarkan keterangan resmi tenaga medis dan pihak rumah sakit.
Karena itu, Media SNIPER86.COM meminta pihak manajemen RSUD Dr. Djoelham Binjai memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul berbagai asumsi di tengah masyarakat.
Dirut RSUD Dr. Djoelham Diminta Buka Kronologi
Direktur RSUD Dr. Djoelham Binjai, Drg. Doni Asrin, diminta memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
Beberapa hal yang perlu dijelaskan antara lain siapa dokter yang bertugas pada malam 5 Oktober hingga pagi 6 Oktober 2026, apakah dokter jaga berada di lokasi saat pasien membutuhkan pemeriksaan, tindakan medis apa saja yang telah diberikan, serta apakah rumah sakit telah melakukan pemeriksaan internal terhadap kejadian tersebut.
Jika benar terdapat dokter jaga yang tidak berada di tempat ketika dibutuhkan, publik juga berhak mengetahui alasan dan mekanisme pertanggungjawabannya.
Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak benar atau terdapat kronologi berbeda dari yang beredar dalam rekaman, pihak rumah sakit juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan meluruskan informasi tersebut.
Saat dirut rumah sakit di konfirmasi awak media ini, Kamis (9/10) pagi, hingga berita ini diterbitkan pihak rumah sakit/Dirut RSUD Dr. Djoelham belum menberikan jawaban.
Jangan Sampai Keluarga Hanya Mendapat Jawaban Setelah Pasien Meninggal
Kejadian ini menjadi momentum bagi manajemen RSUD Dr. Djoelham untuk menjelaskan secara transparan bagaimana standar pelayanan terhadap pasien dalam kondisi kritis, khususnya pada malam hari.
Masyarakat tentu berharap rumah sakit milik pemerintah daerah mampu memastikan pelayanan medis berjalan setiap waktu dan pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
SNIPER86.COM masih menunggu tanggapan resmi Direktur RSUD Dr. Djoelham Binjai, Drg. Doni Asrin, terkait dugaan ketidakhadiran dokter jaga dan kronologi pelayanan terhadap pasien tersebut.
Apakah benar dokter jaga tidak berada di tempat ketika pasien dalam kondisi kritis membutuhkan pemeriksaan? Atau ada kronologi lain yang belum diketahui publik?
Jawaban pihak rumah sakit penting untuk memastikan persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik dan spekulasi, sekaligus memberikan kejelasan kepada keluarga pasien dan masyarakat.*(R-2)




