Lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan
SNIPER86.COM, SIMALUNGUN — Pelayanan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan PTPN IV Regional 2 menjadi sorotan setelah beredarnya sebuah video yang diduga memperlihatkan adanya praktik pungutan liar (pungli) terhadap pihak yang hendak masuk ke lokasi perusahaan.
Selain persoalan tersebut, awak media juga menerima informasi mengenai keluhan sejumlah konsumen yang menilai proses pelayanan di PKS Tinjowan masih berjalan lambat. Kondisi tersebut disebut membuat sejumlah konsumen merasa kecewa terhadap pelayanan yang diterima.
Menanggapi informasi tersebut, awak media SNIPER86.COM pada Sabtu (3/10/2026) telah menghubungi Maskep PKS PTPN IV Regional 2 Tinjowan, M. Syahril Efendi, untuk meminta klarifikasi dan tanggapan resmi pihak manajemen.
Konfirmasi disampaikan terkait apakah pihak manajemen mengetahui adanya video yang beredar dan dugaan pungutan yang dilakukan oleh oknum security. Manajemen juga dimintai penjelasan mengenai langkah yang akan dilakukan apabila dugaan tersebut terbukti benar.
Selain itu, pihak manajemen turut dimintai tanggapan terkait keluhan konsumen mengenai lambannya pelayanan, termasuk proses penerimaan dan pelayanan terhadap konsumen yang datang ke PKS Tinjowan.
Awak media juga mempertanyakan apakah pihak manajemen akan melakukan evaluasi terhadap kinerja security maupun sistem pelayanan konsumen guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar perusahaan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Maskep PKS PTPN IV Regional 2 Tinjowan, M. Syahril Efendi, belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media.
SNIPER86.COM menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan pungli tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak manajemen. Pemberitaan ini tidak bermaksud menyimpulkan bahwa telah terjadi tindak pungli sebelum adanya penjelasan dan pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
Publik tentu berharap pihak manajemen PTPN IV Regional 2 PKS Tinjowan dapat memberikan penjelasan secara terbuka, terutama menyangkut dugaan pungutan dan keluhan pelayanan konsumen yang menjadi perhatian masyarakat.*(R-2)
Bersambung.




