Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh jajaran petugas sebagai upaya menjaga kebugaran fisik, sekaligus memperkuat sinergi antar instansi.
Selain menjadi sarana silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan untuk menunjukkan soliditas organisasi dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan secara optimal.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Lapas Kuala Tungkal juga berpartisipasi dalam bazar produk unggulan hasil karya warga binaan. Produk yang dipasarkan meliputi berbagai jenis camilan seperti kletek dan keripik pisang, serta hasil budidaya perikanan berupa 100 kg ikan segar yang terdiri dari ikan patin dan ikan nila.
Kehadiran produk-produk ini merupakan bukti konkret keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam Lapas. Melalui bazar ini, diharapkan masyarakat dapat melihat secara langsung produktivitas warga binaan yang tetap mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi meskipun berada dalam masa pembinaan.
Kegiatan ini secara keseluruhan bertujuan untuk mempromosikan kreativitas serta kesiapan warga binaan dalam berintegrasi kembali ke masyarakat. Dengan fokus pada pengembangan keahlian praktis, Lapas Kuala Tungkal berkomitmen untuk terus membekali warga binaan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga binaan dan petugas dalam menyukseskan kegiatan ini.
"Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Produk-produk yang ditampilkan dalam bazar hari ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang mandiri. Kami ingin masyarakat melihat bahwa mereka tidak berhenti berkarya, dan program pembinaan kemandirian di Lapas Kuala Tungkal benar-benar membekali mereka dengan keterampilan yang siap pakai setelah kembali ke tengah masyarakat," ujar Iwan Darmawan.
Ia menambahkan bahwa program seperti budidaya perikanan dan produksi camilan akan terus dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pasar. "Kami berkomitmen untuk menjadikan pembinaan kemandirian sebagai fondasi utama reintegrasi sosial. Dengan keterampilan yang dimiliki, kami optimistis warga binaan dapat mengurangi stigma negatif di masyarakat dan mampu membuka peluang usaha sendiri nantinya," pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi modal utama bagi warga binaan untuk menjadi individu yang mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.*(Deni)




