SNIPER86.COM, Tanjab Barat – Pekerjaan rehabilitasi jembatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Desa Teluk Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menjadi sorotan masyarakat.
Proyek yang menelan anggaran cukup besar tersebut diduga tidak sesuai dengan harapan warga dan menimbulkan pertanyaan, terkait kualitas serta volume pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan pantauan awak media ini pada Kamis (11/6/2026), rehabilitasi jembatan beton yang berlokasi di RT 06, Dusun PH Baslan itu tercatat memiliki volume pekerjaan 23,50 x 2,50 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp.148.040.000 yang bersumber dari Dana Desa. Pelaksanaan kegiatan diketahui dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK).
Dari hasil pengamatan di lokasi, pekerjaan yang terlihat hanya berupa penambahan dan perbaikan pada sisi kanan dan kiri jembatan. Sementara bagian tengah jembatan, disebut telah memiliki dasar atau konstruksi sebelumnya yang kemudian dilakukan pengecoran.
Selain itu, pekerjaan yang tampak di lapangan juga meliputi penambahan sekitar sepuluh tiang penyangga pada konstruksi jembatan tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga, terkait besarnya anggaran yang dialokasikan dibandingkan dengan pekerjaan yang terlihat secara fisik.
Salah seorang warga yang melintas di lokasi, Deni, mengaku mengapresiasi adanya rehabilitasi jembatan karena dapat menunjang akses masyarakat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci penggunaan anggaran proyek tersebut.
"Saya sebagai masyarakat tentu berterima kasih karena jembatan ini diperbaiki. Namun terkait besarnya anggaran yang digunakan, saya tidak tahu. Kami hanya berharap pekerjaan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang baik," ujar Deni.
Menanggapi adanya sorotan dari masyarakat, warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perencanaan, penggunaan anggaran, serta pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut guna menghindari munculnya berbagai dugaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun Tim Pengelola Kegiatan (TPK) belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.*(Deni)




