• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Warga RT.03/RW.01 Mandaranrejo Meriahkan 10 Muharram 1448 H Gelar Kirab Budaya dan Santunan Anak Yatim dan Kaum Duafa

    Rabu, 24 Juni 2026, 9:03:00 PM WIB Last Updated 2026-06-24T14:04:56Z

    SNIPER86.COM, Kota Pasuruan - Gemuruh suara drumband dan riuh tepuk tangan warga memecah keheningan sore di kawasan pesisir Kota Pasuruan.

    Memasuki momentum sakral Bulan Muharram 1448 Hijriah, warga RT.03/RW.01 Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, menggelar perhelatan akbar bertajuk Kirab Budaya dan Santunan Anak Yatim dan kaum duafa, Rabu (24/06/2026).

    ​Sejak pukul 15.00 WIB, antusiasme masyarakat sudah tak terbendung. Sepanjang rute kirab dipadati oleh lautan manusia yang ingin menyaksikan langsung perpaduan harmonis antara tradisi, seni modern, dan aksi sosial keagamaan yang menjadi agenda tahunan wilayah ini.

    ​Akulturasi Seni yang Memukau
    ​Tahun ini, panitia menyuguhkan konsep kirab yang lebih segar dan kaya warna. Penampilan energik dari korps marching band (drumband) lokal membuka jalan sebagai pemandu rute. 

    Tidak lama berselang, decak kagum penonton pecah saat atraksi Barongsai yang lincah dan memukau mulai berinteraksi dengan warga. Melengkapi kekayaan tradisi Nusantara, kesenian tradisional Bantengan khas Jawa Timur turut dihadirkan.

    Alunan musik pengiring yang magis dan gerakan teatrikal para pemain Bantengan sukses memberikan atmosfer budaya yang kental sekaligus sarat akan nilai-nilai filosofis.

    ​"Kemeriahan kirab budaya ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan simbol keberagaman dan kerukunan warga yang terus dirawat di tengah modernitas," ujar salah satu warga yang hadir menonton.

    ​Usai arak-arakan budaya yang meriah, atmosfer acara berubah menjadi khusyuk dan penuh khidmat memasuki petang. Rangkaian kegiatan bergeser ke ranah spiritual melalui pengajian bersama yang dipusatkan di Mushola Al-Muttaqin.

    Di sinilah esensi utama dari peringatan Hari Asyura (10 Muharram) mewujud, yaitu penyaluran santunan langsung kepada puluhan anak yatim dan kaum duafa di lingkungan sekitar.

    ​Ketua Pelaksana Kegiatan, Sugik, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas kesuksesan acara ini. Beliau menegaskan bahwa gotong royong dan ketulusan warga adalah motor utama di balik layar.

    ​"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga tali silaturahmi, mempererat tali persaudaraan antar warga, serta yang paling penting adalah menebar kebaikan dengan membantu sesama, khususnya anak-anak yatim dan kaum duafa," ungkap Sugik di sela-sela acara.

    ​10 Muharram bukan lagi sekadar kalender hijriah yang berganti, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat akar rumput melalui sedekah. 

    ​"Semoga di tahun depan, acara ini bisa dikemas dengan lebih meriah lagi dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya 

    ​Secara keseluruhan, gelaran yang memadukan syiar sosial-keagamaan dengan pelestarian budaya ini berjalan dengan aman, tertib, dan menyisakan senyum bahagia, khususnya bagi anak-anak yatim yang menerima keberkahan di hari suci ini.*(Irfan)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    DPRD

    +