SNIPER86.COM, Tanjab Barat - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen penuh makna bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal.
Usai pelaksanaan Upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun “Laman Orang Kayo Rajo Laksamano”, Senin (17/8/2026), Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum kepada tiga orang warga binaan sebagai perwakilan.
Pada momentum HUT ke-81 RI tahun ini, sebanyak 349 warga binaan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal menerima Remisi Umum. Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perilaku baik serta kesungguhan warga binaan dalam mengikuti berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana.
Dari jumlah tersebut, lima orang warga binaan dinyatakan langsung bebas pada hari yang sama. Mereka selanjutnya dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, mengatakan bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku dan mengikuti proses pembinaan dengan baik.
"Remisi adalah hadiah kemerdekaan sekaligus motivasi agar warga binaan terus disiplin, mengikuti pembinaan, dan menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ujar Iwan Darmawan.
Suasana haru dan penuh rasa syukur turut mewarnai prosesi pemberian remisi tersebut. Khusus bagi warga binaan yang langsung memperoleh kebebasan, momen tersebut menjadi kesempatan untuk membuka lembaran kehidupan baru dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Sementara bagi warga binaan yang masih menjalani masa pidana, pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan perilaku positif serta mengikuti seluruh program pembinaan yang diberikan pihak Lapas.
Pemberian Remisi Umum dalam momentum HUT ke-81 RI tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan pemasyarakatan, dengan harapan setiap warga binaan dapat mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik.*(Deni)




