SNIPER86.COM, Hamparan Perak - Seorang pengemudi taksi online berinisial RA (25) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan tebu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis malam (13/8/2026). Korban diduga menjadi korban tindak kekerasan yang berkaitan dengan aksi pencurian dengan kekerasan.
Jasad RA pertama kali ditemukan warga dalam kondisi terlentang di kawasan perkebunan. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek berwarna biru dan kaos putih. Kedua kaki korban dilaporkan dalam kondisi terikat.
Sejumlah luka memar terlihat pada bagian tubuh dan wajah korban. Temuan tersebut menimbulkan dugaan bahwa korban sempat mengalami penganiayaan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Proses identifikasi dan evakuasi jenazah kemudian dilakukan oleh petugas kepolisian. Peristiwa tersebut sempat direkam oleh warga dan videonya beredar di media sosial.
RA diketahui merupakan warga Kecamatan Medan Helvetia. Sehari-hari, korban bekerja sebagai pengemudi taksi online dengan menggunakan mobil Daihatsu Ayla berwarna putih dengan nomor polisi BK 1740 ADR.
Kakak korban, Feri, membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut merupakan adiknya. Menurut Feri, RA meninggalkan rumah sekitar pukul 02.00 WIB untuk mencari penumpang atau orderan menggunakan aplikasi Grab.
"Betul Pak, itu adik saya. Dia pergi biasanya malam untuk nge-Grab. Biasanya jam lima sore sudah pulang. Karena sampai malam belum pulang, kami mencarinya sampai akhirnya mendapat kabar ada ditemukan mayat di Hamparan Perak," ujar Feri.
Setelah memperoleh informasi tersebut, pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi penemuan. Feri mengatakan, setelah melihat langsung jenazah, pihak keluarga memastikan bahwa korban adalah RA.
Sementara itu, mobil Daihatsu Ayla yang biasa digunakan korban untuk bekerja tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad. Kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang tengah didalami penyidik terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Jama K Purba, membenarkan bahwa tim Jatanras telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.
"Kita (Tim Jatanras) sudah turun ke lokasi, mudah-mudahan dapat segera diungkap," kata Jama K Purba.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, penyidik telah mengantongi identitas pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian dan keberadaan pelaku.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku serta berupaya menemukan kendaraan milik korban.
Pihak kepolisian juga masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian untuk memastikan apakah RA benar menjadi korban pembegalan atau tindak pidana lainnya.
Dugaan keterlibatan pelaku dan motif kejahatan masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya penetapan hukum dari pihak berwenang.*(R-1)




