• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Majelis Taklim Al-Mubarok Gelar Maulid Nabi 1448 H, KH Umar Faruq Tekankan Islam sebagai Rahmat bagi Semesta

    Kamis, 27 Agustus 2026, 10:44:00 PM WIB Last Updated 2026-08-27T22:58:08Z

    SNIPER86. COM, Tabanan – Majelis Taklim Al-Mubarok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan mengusung tema “Mari Bersama Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Memperbanyak Ibadah.”

    Kegiatan tersebut berlangsung di Fasilitas Umum (Fasum) Mandung 5, Banjar Mandung Kangin, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (26/8/2026).

    Peringatan Maulid Nabi menghadirkan KH. Umar Faruq, S.Pd.I., sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memahami bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.


    "Islam diturunkan oleh Allah SWT adalah rahmatan lil ‘alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Artinya, Islam merupakan rahmat bagi seluruh umat dan seluruh alam," ujar KH. Umar Faruq.

    Menurutnya, semangat Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak ibadah, serta memperkuat hubungan antarsesama.

    KH. Umar Faruq juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Bali yang dikenal memiliki keberagaman masyarakat.


    Ia menilai kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menciptakan solidaritas, kedamaian, serta keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

    "Mengagungkan derajat Rasulullah adalah bukti cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Derajat manusia yang paling tinggi dan paling mulia adalah Nabi Muhammad SAW," tuturnya.

    Dalam tausiyah tersebut, KH. Umar Faruq juga menyampaikan kisah Nabi Adam AS sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Ia mengajak jamaah mengambil hikmah dari perjalanan Nabi Adam AS, terutama tentang pentingnya bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.


    Ia kemudian mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah. "Betapa hebatnya Rasulullah. Maka dari itu, mari kita senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW," sambungnya.

    Di penghujung tausiyah, KH. Umar Faruq berpesan kepada para orang tua agar memberikan perhatian serius terhadap pendidikan agama anak-anak. Menurutnya, generasi muda perlu dibimbing sejak dini agar mengenal dan mencintai agama serta terbiasa menjalankan ibadah kepada Allah SWT.


    Dihadiri Berbagai Unsur Masyarakat

    Kegiatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Kepala Lingkungan Angga, Babinsa Desa Sembung Gede, Bhabinkamtibmas Desa Sembung Gede, Ketua Yayasan Bina Umat Mandung Didik Aris Santoso beserta jajaran, Ketua Majelis Taklim Al-Mubarok Ustadz Muhammad Thoif, serta Ketua Majelis Taklim Al-Khumairah Ustadzah Bunda Sumerat bersama jamaah.

    Hadir pula Kepala TPQ Al-Iman Ustadz Priyo Sudarmoko beserta para santri, Ketua Majelis Taklim Mualaf Al-Ikhlas, Ketua Majelis Taklim Al-Hikmah, Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-IQRA beserta para santriwati, serta sejumlah undangan lainnya.


    Seluruh unit tersebut berada di bawah naungan Yayasan Bina Umat Mandung.

    Ketua Panitia, Iluk, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara jamaah Majelis Taklim Al-Mubarok dengan warga Perumahan Mandung 5.

    "Dengan dukungan dari jamaah Majelis Taklim Al-Mubarok di bawah naungan Yayasan Bina Umat Mandung, serta support dari teman-teman Krama Bali, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat terselenggara dengan lancar," ungkapnya.

    Ia berharap seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.


    Yayasan Bina Umat Mandung Dorong Persatuan

    Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Umat Mandung, Didik Aris Santoso, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Majelis Taklim Al-Mubarok, yang telah menggerakkan jamaah dan bekerja sama sehingga kegiatan peringatan Maulid Nabi dapat terlaksana.

    Didik menjelaskan, Yayasan Bina Umat Mandung yang telah berdiri hampir satu tahun tersebut bergerak di bidang kemanusiaan, sosial, dan keagamaan. "Dengan berdirinya Yayasan Bina Umat Mandung, salah satunya adalah upaya kami untuk mengakomodir beberapa Majelis Taklim yang berada di Mandung," jelasnya.

    Ia menambahkan, kelengkapan administrasi yayasan beserta izin operasional unit-unit yang berada di bawah naungannya telah dipenuhi sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola organisasi yang tertib dan legal.


    "Tujuan kami dengan adanya Yayasan Bina Umat Mandung ini bukan untuk penggalangan massa atau kelompok, tetapi murni sebagai sarana pemersatu untuk mengakomodir serta mengkoordinir seluruh komponen umat Muslim yang berada di Mandung dalam wadah yang legal," katanya.

    Menurut Didik, keberadaan yayasan diharapkan dapat menjadi mitra dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.


    Ia juga meminta seluruh unit yang berada di bawah Yayasan Bina Umat Mandung untuk senantiasa berkoordinasi dengan pihak yayasan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.

    "Harapan kami, seluruh unit dapat terus berkoordinasi dan saling mendukung dalam upaya menjadikan generasi bangsa yang berakhlak mulia," ujarnya.

    Dimeriahkan Penampilan Anak-Anak

    Rangkaian kegiatan yang dipandu Siti Nur Farida tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadzah Sumerat.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Adinda Avreen Mikhayla Asyifa Qolbi yang membawakan puisi bertema kemerdekaan Indonesia serta keteladanan Nabi Muhammad SAW. Penampilan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari jamaah serta tamu undangan.


    Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan anak-anak TPQ Al-Iman dan para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-IQRA. Mereka membawakan berbagai penampilan bernuansa Islami yang diiringi hadrah dari Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

    Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin KH. Umar Faruq, S.Pd.I., sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan, serta membangun kebersamaan antar warga di lingkungan Mandung dan sekitarnya.(Arifin) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini