SNIPER86.COM, BINJAI — Sorotan terhadap penggunaan anggaran publik kembali mencuat di Kota Binjai. Sebuah bangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Binjai di Jalan Kedondong, Kecamatan Binjai Barat, disebut telah selesai dibangun pada akhir tahun 2025 dengan nilai anggaran yang mencapai Rp16 miliar.
Namun, hingga Selasa (15/9/2026), keberadaan bangunan yang tampak megah tersebut justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, berdasarkan pantauan dan informasi yang diterima, belum terlihat aktivitas pelayanan sebagaimana fungsi laboratorium kesehatan masyarakat tersebut.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Sebab, pembangunan fasilitas kesehatan menggunakan anggaran yang bersumber dari keuangan negara/daerah semestinya berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan bangunan yang berdiri tanpa aktivitas pelayanan.
Media Sniper86 kemudian mencoba meminta penjelasan kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Desman, S.K.M., M.Kes, terkait sejumlah pertanyaan penting.
Dalam konfirmasi yang disampaikan Media Sniper86, antara lain ditanyakan:
-Benarkah bangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Jalan Kedondong, Binjai Barat, yang disebut menelan anggaran hingga Rp16 miliar telah selesai dibangun sejak akhir 2025?
-Mengapa hingga kini belum terlihat aktivitas operasional atau pelayanan di fasilitas tersebut?
-Kapan laboratorium tersebut akan mulai beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat?
Namun hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi yang disampaikan kepada pihak Plt. Kadinkes Kota Binjai via pesan Whatshap belum mendapatkan jawaban/tanggapan.
Sikap belum memberikan respons tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan publik: apa kendala yang membuat fasilitas kesehatan bernilai miliaran rupiah itu belum beroperasi?
Padahal masyarakat berhak mengetahui secara terbuka bagaimana proses pembangunan, kesiapan sarana-prasarana, pengadaan peralatan, sumber daya manusia, hingga rencana operasional laboratorium tersebut.
Rp16 miliar bukan angka kecil. Setiap rupiah yang berasal dari anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan, terutama ketika menyangkut fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat tentunya tidak hanya membutuhkan bangunan yang megah, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci. Jangan sampai fasilitas kesehatan sudah selesai dibangun, tetapi manfaatnya justru masih “terkunci” di balik gedung yang berdiri megah.
Hingga berita ini ditayangkan, Sniper86.Com masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas Kesehatan Kota Binjai maupun pihak terkait untuk menjelaskan kondisi sebenarnya serta alasan Laboratorium Kesehatan Masyarakat tersebut belum beroperasi.*(R-2)




