SNIPER86.COM, BINJAI – Pelaksanaan proyek rehabilitasi di SMP Negeri 10 Binjai yang berlokasi di Jalan Rambutan Ujung, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, menjadi sorotan tajam. Proyek bernilai kontrak hampir Rp3 miliar tersebut menuai perhatian setelah ditemukan dugaan penggunaan material kayu kusen pintu dan jendela yang kualitasnya dipertanyakan, serta pekerja yang terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.
Berdasarkan pantauan awak media SNIPER86.COM di lokasi pekerjaan, Rabu (21/10/2026) sore, kondisi kayu kusen yang telah terpasang memunculkan pertanyaan mengenai mutu material yang digunakan dalam proyek rehabilitasi fasilitas pendidikan tersebut.
Kayu yang digunakan dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak. Pasalnya, kualitas material merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kekuatan, ketahanan, dan usia pakai bangunan sekolah.
Nilai Kontrak Hampir Rp3 Miliar, Mutu Material Jangan Diabaikan
Informasi pada papan proyek mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp2.970.074.300,21, dengan masa pelaksanaan 100 hari kalender. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Punggowo Cirem, sedangkan konsultan pengawas tercantum PT. Artek Utama. Adapun tanggal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertulis 23 September 2026.
Dengan nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, pelaksanaan pekerjaan semestinya mendapat pengawasan ketat agar seluruh material dan tahapan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta ketentuan kontrak.
Dugaan penggunaan kayu kusen yang kualitasnya diragukan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Pihak pelaksana harus dapat memastikan bahwa material yang digunakan memenuhi standar yang dipersyaratkan, bukan sekadar terpasang dan terlihat selesai dari luar.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait perlu melakukan pemeriksaan teknis dan mengambil tindakan sesuai ketentuan kontrak. Namun, kepastian mengenai kualitas material tersebut tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan semata-mata penilaian visual.
Konsultan Pengawas Terlihat Enggan Berkomentar
Sorotan juga mengarah kepada konsultan pengawas yang berada di lokasi. Saat awak media melakukan konfirmasi, seorang konsultan pengawas bernama Agus terkesan enggan memberikan komentar terkait kondisi pekerjaan yang dipertanyakan tersebut.
Sikap itu menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pengawasan mutu material dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di lapangan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja konsultan pengawas perlu didasarkan pada pelaksanaan tugas serta hasil pemeriksaan pekerjaan secara menyeluruh.
Konsultan pengawas memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak. Karena itu, penjelasan mengenai jenis kayu yang digunakan, kesesuaian material dengan spesifikasi, serta mekanisme pemeriksaan mutu sangat diperlukan agar tidak menimbulkan dugaan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Pekerja Diduga Belum Menggunakan APD Lengkap
Selain persoalan material, pantauan di lokasi juga memperlihatkan pekerja yang masih tampak belum menggunakan APD secara lengkap.
Kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar formalitas dalam pelaksanaan proyek, melainkan kewajiban yang harus diterapkan untuk melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan.
Pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan harus memastikan penerapan prosedur keselamatan kerja berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai proyek rehabilitasi fasilitas pendidikan justru mengabaikan aspek keselamatan orang-orang yang mengerjakannya.
Dinas Pendidikan dan DPRD Binjai Diminta Turun ke Lapangan
Atas sejumlah temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Binjai selaku instansi yang menaungi pekerjaan ini diminta segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi SMPN 10 Binjai.
Pengawasan tidak seharusnya berhenti pada laporan administratif atau dokumentasi pekerjaan. Pemeriksaan fisik terhadap material kusen, kesesuaian spesifikasi, kualitas hasil pekerjaan, serta penerapan keselamatan kerja perlu dilakukan secara menyeluruh.
DPRD Kota Binjai juga diminta menjalankan fungsi pengawasan dengan turun langsung ke lokasi untuk mengkroscek pekerjaan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Binjai. Langkah tersebut penting guna memastikan anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan pekerjaan yang memenuhi standar mutu dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
CV. Punggowo Cirem sebagai pelaksana pekerjaan diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai spesifikasi kayu kusen yang digunakan serta memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan kontrak. Sementara itu, PT. Artek Utama sebagai konsultan pengawas perlu menjelaskan mekanisme pengawasan mutu material dan penerapan keselamatan kerja di lokasi.
Hingga berita ini disusun, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan Dinas Pendidikan Kota Binjai terkait sejumlah hal yang menjadi sorotan tersebut.
Publik berhak mengetahui apakah pekerjaan bernilai hampir Rp3 miliar itu telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Transparansi, pengawasan yang serius, dan pemeriksaan teknis menjadi langkah penting agar kualitas bangunan sekolah tetap terjaga serta penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.*(R-2)





