SNIPER86.COM, JAKARTA – Mahasiswa Peduli Sumatera Utara (MPSU) menyatakan sikap keras terhadap dugaan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tindakan yang dinilai merendahkan martabat perempuan yang dikaitkan dengan Rudi Hartono Bangun, S.E. MPSU mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem agar tidak bersembunyi di balik retorika politik dan segera mengambil tindakan tegas terhadap kader yang bersangkutan, Rabu (4/11).
MPSU menilai bahwa dugaan kekerasan terhadap perempuan bukan persoalan sepele yang dapat diselesaikan dengan kompromi politik maupun disembunyikan melalui mekanisme internal partai. Persoalan ini menyangkut martabat manusia, keadilan, dan tanggung jawab moral seorang kader yang membawa identitas serta kehormatan partai politik.
Dalam pelaksanaan aksi ini, MPSU juga didampingi oleh lawyer atau kuasa hukum korban. Kehadiran kuasa hukum korban menjadi penegasan bahwa perjuangan ini tidak hanya dilakukan melalui tekanan moral dan gerakan mahasiswa, tetapi juga mendapat pendampingan dari aspek hukum. MPSU bersama kuasa hukum korban mendorong agar persoalan ini ditangani secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kami ingin menegaskan: jabatan politik bukan kekebalan hukum, kartu keanggotaan partai bukan tameng moral, dan kekuasaan tidak boleh menjadi alat untuk membungkam persoalan kemanusiaan.
Partai NasDem harus membuktikan bahwa jargon perubahan bukan sekadar komoditas politik untuk mendapatkan simpati publik. Perubahan harus dimulai dari keberanian membersihkan internal organisasi dari perilaku kader yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Jangan sampai partai yang berbicara tentang restorasi justru kehilangan keberanian ketika harus melakukan pembenahan di rumahnya sendiri.
Atas dasar tersebut, MPSU menyampaikan tiga tuntutan tegas:
1. MENDESAK DPP PARTAI NASDEM segera mengambil tindakan tegas terhadap kader yang diduga melakukan KDRT dan mencederai martabat perempuan serta marwah partai.
2. MENDESAK DPP PARTAI NASDEM MEMECAT RUDI HARTONO BANGUN, S.E. dari keanggotaan partai atas dugaan KDRT dan tindakan yang dinilai merendahkan harga diri seorang perempuan.
3. MENDESAK PARTAI NASDEM MELAKUKAN PEMBENAHAN INTERNAL SECARA MENYELURUH dan memastikan institusi partai tidak menjadi tempat berlindung bagi siapa pun yang diduga menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan.
MPSU memperingatkan bahwa sikap diam dan pembiaran terhadap persoalan serius semacam ini hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi politik. DPP Partai NasDem harus menunjukkan sikap terbuka, berani, dan bertanggung jawab, bukan justru membiarkan persoalan ini mengambang tanpa kepastian.
Kami tidak sedang meminta belas kasihan politik. Kami sedang menuntut tanggung jawab!
Jika partai politik tidak mampu menegakkan disiplin dan integritas terhadap kadernya sendiri, lantas bagaimana masyarakat dapat mempercayakan masa depan bangsa kepada institusi tersebut?
MPSU akan terus mengawal persoalan ini dan menuntut agar keadilan serta martabat perempuan tidak dikorbankan demi kepentingan dan perlindungan politik.
JANGAN ADA KEKEBALAN BAGI SIAPA PUN!
JANGAN ADA PEMBIARAN TERHADAP KEKERASAN!
KEADILAN TIDAK BOLEH TUNDUK PADA KEKUASAAN!
*(R-2)




