• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemred


     

    Ketua DPRD Maluku


     

    DPRD Maluku


     

    Iklan Sekda Maluku


     

    Iklan Maluku


     

    7 Penumpang Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku Tenggara Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

    Senin, 23 Februari 2026, 12:24:00 PM WIB Last Updated 2026-02-23T05:24:38Z

    SNIPER86.COM, Ambon - Kondisi membahayakan jiwa manusia kembali terjadi di Perairan Kabupaten Maluku Tenggara. Sebuah longboat yang mengangkut tujuh orang penumpang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di laut pada Minggu (22/02/2026) dini hari. Berkat respon cepat Tim SAR Gabungan, seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

    Informasi yang diterima menyebutkan, laporan pertama diterima Pos SAR Tual sekitar pukul 00.50 WIT dari Aipda Hairul, anggota Polairud Tual. Ia meminta bantuan setelah longboat yang ditumpangi para korban tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat mati mesin.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 01.05 WIT Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pos SAR Tual menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°25'12.46"S - 132°8'11.41"E. Jarak tempuh menuju titik awal sekitar ±38 Nautical Mile dengan heading 282° arah barat dari Pos SAR Tual.

    Setibanya di lokasi sekitar pukul 02.16 WIT, tim menghadapi kondisi jarak pandang terbatas karena operasi dilakukan pada malam hari. Meski demikian, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan (safety), pencarian terus dilakukan hingga menjelang pagi.

    Sekitar pukul 06.00 WIT, longboat beserta tujuh penumpangnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada jarak ±7 Nautical Mile dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi menuju Pulau Tayandu dalam keadaan aman.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat begitu menerima laporan.


    "Usai menerima informasi dari Aipda Hairul, Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi kejadian. Dengan visibility terbatas pada malam hari dan tetap memperhatikan aspek keselamatan, pencarian membutuhkan waktu beberapa jam hingga akhirnya pada pukul 06.00 WIT seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

    Diketahui, longboat tersebut bertolak dari Kota Tual menuju Pulau Kur pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIT dengan membawa tujuh penumpang. Namun, saat melintas di perairan antara Pulau Tayandu dan Pulau Kur sekitar pukul 23.47 WIT, mesin kapal mengalami gangguan dan menyebabkan longboat terombang-ambing di laut.

    Adapun data korban selamat yakni: Eko Gunawan (39), Jecklin Retob (23), Gui Retop (51), M. Rifki Sermaf (17), Rian Ardiyansya Retob (24), Andre Sermaf (25) dan Rustam Madamar (45).

    Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas (Pos SAR Tual), Polairud Tual, Bakamla Tual, Pol PP Tual, serta masyarakat setempat. Alat utama dan peralatan SAR yang digunakan yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) dan longboat milik masyarakat.

    Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan sedang, dengan angin Barat Laut hingga Barat berkecepatan 23 knots dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

    Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang solid.*(MM.S86)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini