SNIPER86.COM, Agara - Ketua LSM Tipikor Aceh Tenggara, Jupri Yadi R, meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kajari Agara, melakukan pemanggilan terhadap Jaballudin Cipto, oknum Kepala SDN Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, karena diduga melakukan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran (TA) 2024-2025, yang sekarang telah dimutasi dan menjabat di SDN 3 Kutacane Titi Panjang, Kecamatan Babussalam.
"Kami menemukan adanya dugaan korupsi besar - besaran terhadap pengelolaan dana BOS di SD Simpang Empat, saat beliau atau Jaballudin Cipto menjabat kepala sekolah di SD tersebut," sebut Jupri Yadi, Ketua LSM TIPIKOR kepada media, Senin (16/2/26).
Dugaan penyimpangan Dana BOS oleh Kepala SD Negeri Simpang Empat TA 2024-2025 harus diusut. Pihaknya meminta APH khususnya Kajari Aceh Tenggara, menindaklanjuti pengelolaan anggaran bantuan operasional sekolah di SDN tersebut.
Dugaan penyimpangan Dana BOS dilakukan oknum Kepala Sekolah Jaballudin Cipto juga disampaikan oleh salah satu wali murid yang tidak disebutkan namanya. Dimana penggunaan anggaran dana Bos yang diduga tidak ada ketransparanan, sehingga besar dugaan dana bos tersebut hanya menjadi kepentingan sekelompok orang.
Jupri kembali menegaskan, terkait adanya dugaan tindak Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), tentu yang ada temuan nanti harus ditindak lanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH). "Dan harus menjadi pelajaran seluruh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara nanti," tegasnya.
Jupri menambahkan, dengan tegas ia minta APH untuk secepatnya melakukan audit pengelolaan anggaran dana BOS di Sekolah setempat. "Diharapkan, agar APH juga lakukan pengecekan data siswa, karena diduga ada didalamnya memanipulasi data siswa yang kuat dilakukan oleh kepsek, demi mencapai targetnya," tutup Jupri sambil mengakhiri pembicaraannya.
Kepala Sekolah (Kepsek ) SD Negeri Simpang Empat, saat dikonfirmasi melalui panggilan telpon via aplikasi WhatsApp, dengan singkat ia menyebutkan, "Saya kurang paham pak, karena saya masih baru, silakan konfirmasi aja langsung dengan kepsek sebelumnya, Jaballudin Cipto," sambil menutup telponnya.
Ditempat terpisah, awak media mencoba melakukan konfirmasi pada kepsek sebelumnya, “Jaballudin Cipto”, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SD Negeri 3 Kutacane, dan juga selaku Ketua KKS Kecamatan Lawe Bulan, melalui panggilan telpon via whatsapp, bahkan melalui pesan singkat, namun tidak bisa dihubungi, diduga kepsek tersebut telah memblokir kontak awak media ini.
Demi informasi yang berimbang, awak media mencoba melakukan konfirmasi dengan cara mendatangi Sekolah SD Negeri 3 Kutacane, tempat tugas barunya, namun kepsek tidak ada diruang kerjanya, dari keterangan salah satu guru menyebutkan, kepsek lagi keluar.*(Alek)




