SNIPER86.COM, Ambon – Kodam XV/Pattimura memberikan klarifikasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan truk TNI AD dengan sepeda motor ojek online (ojol) di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Jumat (6/3/2026) petang.
Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, menegaskan bahwa narasi "tabrak lari" yang beredar di media sosial adalah informasi yang tidak benar dan cenderung provokatif.
Dijelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WIT saat konvoi truk TNI AD yang membawa Calon Siswa (Casis) bergerak dari RS dr. J.A. Latumenten menuju Rindam XV/Pattimura dengan pengawalan Polisi Militer.
Setibanya di depan kantor Jasa Raharja, sebuah motor ojol yang dikendarai oleh JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi. 9Motor tersebut bersenggolan dengan bagian belakang truk terakhir, hingga menyebabkan pengendara ojol dan penumpangnya terjatuh.
"Pengemudi truk awalnya tidak menyadari kejadian tersebut. Namun, setelah diberitahu oleh pengendara lain, pengawal (Patwal) sempat menghentikan konvoi di Jembatan Merah Putih (JMP) untuk menunggu konfirmasi dari pengemudi ojol. Karena yang bersangkutan tak kunjung datang, rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan," jelas Kapendam.
Kecelakaan ini mengakibatkan penumpang motor, SKP (13), mengalami patah tulang pangkal paha kiri. Saat ini, pelajar SMP tersebut tengah menjalani perawatan intensif di Siloam Hospitals Ambon.
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab, perwakilan pimpinan Kodam XV/Pattimura telah menjenguk korban dan memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya hingga sembuh.
"Kami sangat prihatin dan mendoakan agar adik SKP segera pulih, sehingga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kami memberikan perhatian penuh, termasuk dukungan biaya perawatan medis," ujar Kapendam.
Saat ini, pihak Kodam masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengemudi truk maupun pengemudi ojol untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Kolonel Heri juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, terutama kewajiban memberikan prioritas kepada kendaraan yang berada dalam pengawalan petugas, serta menjaga jarak aman demi keselamatan bersama.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari percayakan proses penanganan ini kepada pihak berwenang agar situasi tetap kondusif," pungkasnya.*(MM.S86)
Sumber : Pendam15/Ptm













