SNIPER86.COM, Agara - Dugaan penggunaan material galian C ilegal kembali mencuat. Kali ini, warga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan membongkar timbunan Jalan Lak-Lak Kabupaten Aceh Tenggara ke Gayo Lues. Jalan tersebut menggunakan material yang diambil secara ilegal dari wilayah terdampak banjir.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, terlihat alat berat jenis excavator beroperasi mengambil material tanah dan batu dari area yang sebelumnya dilanda banjir. Material itu kemudian digunakan sebagai timbunan badan jalan, tanpa kejelasan izin resmi dari sumber galian.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah dan kecewa atas aktivitas tersebut. Mereka menilai, tindakan itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga memperparah kondisi lingkungan yang sudah rentan.
"Seharusnya material diambil dari galian C yang resmi dan berizin, bukan dari daerah kami yang sudah terdampak banjir," ujar warga yang enggan namanya disebut, Sabtu (18/4/2026).
Warga juga menyoroti dampak serius yang bisa ditimbulkan, jika praktik ini terus dibiarkan. Pengambilan material dari lokasi banjir dinilai berpotensi memperparah risiko bencana di kemudian hari.
"Kalau material diambil terus dari sini, kondisi kami makin berbahaya. Kalau banjir susulan datang, kami bisa jadi korban lebih parah," tambahnya dengan nada tegas.
Desakan pun diarahkan kepada Polres Aceh Tenggara, khususnya Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), agar segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas. Warga meminta proyek timbunan tersebut diperiksa secara menyeluruh, termasuk sumber material yang digunakan.
Kasus ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur di daerah, terutama terkait penggunaan material galian yang seharusnya memiliki izin resmi. Jika terbukti melanggar, praktik ini tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan penggunaan material ilegal tersebut. Warga berharap aparat tidak tinggal diam dan segera bertindak untuk mencegah dampak yang lebih besar.*(Alek)




