SNIPER86.COM, Medan - Seratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bergerak (GEBRAK) gelar aksi unjukrasa di depan kantor PT KIM. Para peserta aksi menuntut agar portal di KIM 1 segera dinonaktifkan, Rabu (22/04/2026) pukul 10.00 Wib.
Menurut koordinator aksi, Ahmad Rifa’i, portal KIM 1 Mabar menambah penderitaan buruh yang bekerja di Kawasan Industri Medan (KIM).
"Buruh sudah sangat menderita, semua di pajak, kami sudah terbebani pajak di Negeri ini, bahkan gaji dan THR kamipun di pajak, jangan lagi ditambah penderitaan kami," kata Ahmad Rifa’i mengawali orasinya.
"Akibat portal itu aktivitas buruh terhambat, terlambat masuk kerja, dan akhirnya upah kerja dipotong. Para supir juga terlambat karena macat yang ditimbulkan Portal. Upah supir dipotong dan marahi pihak pengusaha," lanjut Rifa’i.
Aksi unjukrasa yang dikawal personil Polres Pelabuhan Belawan itu ditanggapi pihak PT KIM dengan bernegosiasi bersama perwakilan aksi di ruang pertemuan PT KIM.
Direktur Utama PT. KIM, Dalimuliana melalui Humas Niko ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa pihaknya menghormati penyampaian aspirasi buruh.
"Pada prinsipnya PT KIM sebagai pengelola kawasan menerima pernyataan sikap atau masukan dari teman-teman buruh, dan hasil pertemuan dengan perwakilan teman-teman PT KIM akan berkoordinasi dengan pengelola gate pass, untuk penutupan sementara gate pass pada masa perbaikan infrastruktur akan dirumuskan hari ini di internal PT KIM," jelas Niko.*(Adi Yusman)




