• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemred Idul Fitri 1447 H


     

    Truk Kayu Rambong Diduga Over Kapasitas Terguling di Simpang Canang Warga Nyaris Jadi Korban, Dishub Medan Diminta Jangan Tutup Mata!

    Sabtu, 04 April 2026, 3:29:00 AM WIB Last Updated 2026-04-03T20:33:18Z

    SNIPER86.COM, Belawan - Truk pengangkut kayu rambong yang diduga kelebihan muatan (over kapasitas) kembali memakan korban. Kali ini, kendaraan berat tersebut terguling di Simpang Canang, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Belawan, dan menghantam kedai warga serta gerobak pedagang.

    Insiden terjadi pada Jumat (3/4) sekitar pukul 10.50 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kejadian ini kembali menjadi bukti nyata bahwa ancaman truk ODOL (Over Dimension Over Loading) bukan sekadar isu melainkan bahaya yang setiap saat mengintai warga.

    Kronologi: Truk Oleng, Terguling, Hantam Lapak Warga

    Sopir truk mengaku membawa kayu rambong dari Tebing Tinggi menuju kawasan industri di Canang. Namun saat hendak berbelok di simpang, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri dan langsung terguling.

    “Saya dari Tebing Tinggi, mau masuk ke Canang. Pas belok, truk oleng dan langsung tumbang menimpa kedai,” ujar sopir.

    Pertanyaannya: kenapa bisa oleng? Apakah karena muatan berlebih?

    Fakta Lapangan: Ratusan Truk Diduga Over Kapasitas Lalu Lalang 24 Jam

    Warga sekitar menyebut insiden ini bukan kejadian pertama. Aktivitas truk pengangkut kayu disebut berlangsung tanpa henti dari pagi hingga subuh.

    Seorang warga, Deri, mengungkap fakta mencengangkan:
    “Dalam 24 jam bisa sampai 200 truk masuk ke Canang. Muatannya besar-besar, diduga hampir semua over kapasitas. Dan ini sering terbalik di sini.”

    Pernyataan ini mengarah pada satu kesimpulan serius:
    ada dugaan pembiaran terhadap praktik pelanggaran yang terjadi secara masif dan terus-menerus.

    Lebih jauh, warga juga menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut “mengawasi” aktivitas tersebut.

    “Dulu masih satu koordinasi. Sekarang terpecah ada yang dari oknum, ada juga dari pihak lain,” ujarnya.

    Pernyataan ini membuka pertanyaan baru:
    apakah praktik truk ODOL ini hanya pelanggaran biasa, atau sudah menjadi sistem yang dibiarkan hidup?

    Warga Resah: Jalan Jadi Arena Bahaya, Nyawa Jadi Taruhan

    Warga Simpang Canang kini hidup dalam bayang-bayang kecelakaan. Setiap truk melintas, ada potensi maut yang mengintai.

    “Kami takut. Ini bukan pertama kali. Kalau dibiarkan, pasti akan ada korban jiwa,” kata warga.

    Mereka mendesak Dinas Perhubungan Kota Medan dan Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan, khususnya Satlantas, untuk segera turun tangan.

    “Tindak tegas truk-truk over kapasitas itu! Jangan tunggu ada yang mati!”

    ODOL Bukan Pelanggaran Ringan Ini Ancaman Nyata

    Praktik truk ODOL jelas melanggar hukum. Regulasi sudah tegas:

    - UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

    - PP No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan

    - Permenhub No. 60 Tahun 2019

    Sanksinya bukan main-main:

    - Denda hingga Rp24 juta dan/atau penjara

    - Penahanan kendaraan

    - Pencabutan izin operasional perusahaan

    Namun pertanyaannya:
    kenapa pelanggaran ini tetap marak terjadi di depan mata?

    Dishub Bungkam, Publik Bertanya

    Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perhubungan Kota Medan melalui pejabat terkait belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dilayangkan awak media.

    Diamnya otoritas justru memperkuat kecurigaan publik.

    Ada apa di balik maraknya truk over kapasitas di kawasan ini?
    Apakah pengawasan benar-benar lemah, atau memang sengaja dilemahkan?

    Jika Dibiarkan, Ini Bukan Lagi Kelalaian Tapi Pembiaran

    Peristiwa ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.

    Jika ratusan truk diduga over kapasitas bisa bebas melintas setiap hari, bahkan hingga menyebabkan kecelakaan berulang, maka publik berhak menyimpulkan:

    hukum seolah tumpul di jalan raya.

    Dan jika tidak segera ditindak, maka tinggal menunggu waktu
    korban jiwa berikutnya hanya soal kapan, bukan kemungkinan lagi.*(Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini