SNIPER86.COM, Pantai Labu - Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana bercat ungu di Dusun II Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Senin sore (18/5/2026). Di rumah itulah, anak-anak korban konflik sosial yang selama ini hidup dalam kecemasan akhirnya mendapat perhatian dan pelukan kepedulian dari para pegiat perlindungan anak.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang, Junaidi Malik, bersama unsur Dewan Pembina Ali Susanto datang langsung menyambangi keluarga korban. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa pesan kemanusiaan bagi anak-anak yang selama ini hidup di tengah situasi yang tidak sehat dan penuh tekanan sosial.
Di lantai rumah sederhana itu, bantuan sembako diserahkan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang tengah berjuang menghadapi kerasnya keadaan. Bantuan tersebut merupakan titipan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, setelah mendengar keresahan warga yang sebelumnya disuarakan oleh guru ngaji Halimatun Sakdiah, terkait dugaan maraknya transaksi narkoba di lingkungan mereka.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LSM Formapera Sumatera Utara Bambang Syahputra, Ketua Umum Formappel RI R. Anggi Syahputra bersama Bendahara Umum Wagiono, serta Bhabinkamtibmas Desa Rantau Panjang AIPDA Fauzi.
Di sudut rumah, beberapa anak tampak duduk diam memandangi para tamu yang datang membawa bantuan dan harapan. Wajah polos mereka seakan menyimpan cerita panjang tentang rasa takut, tekanan, dan masa kecil yang perlahan direnggut keadaan.
Dengan suara lirih penuh empati, Junaidi Malik menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh terus menjadi korban dari konflik sosial, maupun lingkungan yang terpapar narkoba.
"Anak-anak ini tidak meminta lahir dalam situasi sulit. Mereka hanya ingin hidup tenang, sekolah dengan aman, bermain tanpa rasa takut, dan merasakan bahwa negara hadir melindungi mereka," ucapnya.
Tak hanya itu, Junaidi juga menyampaikan seruan keras kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, agar tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami anak-anak tersebut.
"Kami mengetuk hati Bupati Deli Serdang melalui Dinas Sosial dan Dinas P3AP2KB. Jangan tunggu anak-anak ini kehilangan masa depan baru bergerak. Mereka butuh perlindungan nyata hari ini, bukan sekadar pendataan dan janji," tegasnya.
Menurutnya, negara harus hadir memastikan hak anak tetap terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar, pendidikan, pendampingan psikologis, hingga perlindungan dari ancaman narkoba dan konflik sosial yang terus membayangi lingkungan mereka.
Sementara itu, Halimatun Sakdiah mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada keluarga yang sedang berkonflik dengan hukum. Ia berharap kepedulian itu menjadi awal lahirnya perlindungan nyata bagi anak-anak di Desa Rantau Panjang.
Sore itu, di rumah sederhana bercat ungu tersebut, bantuan yang datang mungkin tidak mampu menghapus seluruh luka. Namun setidaknya, kehadiran orang-orang yang peduli menjadi tanda bahwa anak-anak Deli Serdang belum sepenuhnya ditinggalkan.*(R. Anggi)




