SNIPER86.COM, Kota Pasuruan - Aksi pencurian kendaraan dan barang berharga kian meresahkan warga Kota Pasuruan. Kali ini, gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) tersebut menyasar wilayah permukiman padat di kawasan Gang 7, Jalan Hangtuah, RT-03/RW-02, Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Selasa (30/06/2026).
Sebuah sepeda lipat milik warga setempat dilaporkan raib digondol maling yang memanfaatkan kelengahan korban. Peristiwa kriminal ini menimpa seorang warga bernama Ismail.
Kejadian bermula ketika Ismail berangkat kerja pada malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelum pergi, seperti kebiasaan sehari-hari, ia memarkirkan sepeda lipat miliknya di area teras rumah.
Namun nahas, malam itu korban mengaku kurang waspada. Sepeda lipat tersebut ditinggalkan dalam kondisi yang sangat rawan tidak dikunci stang maupun diberi gembok pengaman tambahan pada bagian rodanya.
"Teras rumah memang biasa digunakan untuk memarkir kendaraan dan selama ini situasinya aman-aman saja. Memang kadang sepeda lipat itu dimasukkan ke dalam rumah, tapi malam itu saya sedang kurang beruntung," ujar Ismail saat dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian.
Ismail baru menyadari kalau dirinya menjadi korban pencurian pada sore hari berikutnya, tepatnya saat memasuki waktu Shalat Ashar. Karena rentang waktu yang cukup lama sejak ditinggal bekerja, Ismail mengaku tidak mengetahui secara pasti pada jam berapa pelaku melancarkan aksinya.
Diduga kuat pelaku mengeksploitasi situasi sepi pada waktu dini hari atau menjelang subuh untuk menggasak sepeda lipat tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan.
Sadar propertinya telah hilang, Ismail segera bergerak cepat melakukan penelusuran mandiri di sepanjang Jalan Hangtuah Gang 7.
Mengingat beberapa rumah tetangga di sekitar lokasi kejadian dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV), ia mencoba meminta bantuan warga untuk memeriksa rekaman guna mengidentifikasi ciri-ciri maupun arah pelarian pelaku.
Sayangnya, upaya cepat korban harus membentur jalan buntu. Kamera CCTV warga yang posisinya paling ideal mengarah ke sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dilaporkan sedang dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi saat peristiwa berlangsung.
Alhasil, detik-detik pergerakan pelaku saat mengeksploitasi kelengahan korban belum dapat terdeteksi. Berkaca dari insiden ini, tensi keamanan di lingkungan Kelurahan Tambaan dirasa mulai rawan oleh tindakan kriminalitas, khususnya pencurian sekecil apa pun.
Warga sekitar kini saling melempar imbauan untuk memperketat keamanan lingkungan secara swadaya dan meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta untuk mengubah kebiasaan dan tidak lagi meletakkan sepeda, sepeda motor, maupun barang berharga lainnya di luar rumah tanpa pengawasan atau tanpa kunci pengaman ganda meski hanya ditinggal dalam waktu yang singkat. Kelengahan sekecil apa pun kini bisa menjadi celah bagi para pelaku kejahatan yang tengah mengintai di sekitar permukiman.*(Irfan)




