• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Diduga Berasal dari Kandang Ayam, Bau Limbah dan Lalat Resahkan Warga Binjai Barat

    Senin, 08 Juni 2026, 12:46:00 PM WIB Last Updated 2026-06-08T15:09:28Z
    Ket poto ; Lokasi yg resahkan Warga

    SNIPER86.COM, Binjai - Warga Lingkungan IV dan V, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, mengeluhkan maraknya lalat serta bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam di sekitar kawasan permukiman mereka. Keluhan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan semakin terasa saat musim hujan tiba.

    Menurut keterangan warga, kondisi lingkungan menjadi kurang nyaman akibat banyaknya lalat yang masuk ke rumah-rumah penduduk. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, keberadaan lalat juga dikhawatirkan dapat berdampak pada kebersihan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

    Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan aroma menyengat yang diduga berasal dari limbah kotoran ayam. Bau tersebut kerap tercium pada waktu-waktu tertentu dan semakin kuat ketika curah hujan meningkat. Akibatnya, sebagian warga mengaku kesulitan menikmati kenyamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.

    Video warga yang viral soal keluhan ternak

    Sejumlah warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan bangunan peternakan ayam baru yang disebut-sebut milik PT Sahabat Tio Perkasa. Mereka berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan sumber permasalahan serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

    Warga juga menyatakan selama ini tidak pernah menerima kompensasi ataupun bentuk perhatian khusus dari pihak perusahaan terkait dampak yang mereka rasakan. Menurut mereka, yang dirasakan justru gangguan berupa bau limbah kotoran ayam dan meningkatnya populasi lalat setiap kali musim hujan datang.

    Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan serta mencari solusi atas persoalan tersebut. Warga menginginkan adanya langkah nyata agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi peternakan.*(R-2)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini