SNIPER86.COM, Kota Pasuruan - Menjelang pelaksanaan ritual adat dan tumpengan Petik Laut 2026 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, atmosfer gotong royong begitu kental terasa.
H-1 sebelum acara puncak, seluruh elemen masyarakat mulai dari panitia, pemilik perahu, hingga Anak Buah Kapal (ABK) kompak melakukan persiapan akhir, Sabtu (27/26/2026).
Sejak pagi hari, suasana religius sekaligus sibuk sudah menyelimuti wilayah Kelurahan Ngemplakrejo. Gema Khotmul Qur'an terdengar bersahut-sahutan dari masjid dan mushala setempat, mengiringi aktivitas warga yang sedang mengebut berbagai agenda persiapan di area pelabuhan.
Di lokasi, para panitia dan pekerja tampak bahu-membahu merampungkan pemasangan pentas utama serta instalasi sound system. Sementara itu, di sepanjang dermaga, para pemilik perahu dan ABK sibuk mempercantik armada mereka.
Menurut penuturan salah satu pemilik perahu, proses bersolek ini sebenarnya sudah dicicil sejak tiga hari sebelum pelaksanaan (H-3).
"Kami sudah mulai sibuk sejak tiga hari lalu, mulai dari pengecatan ulang, menghias perahu dengan berbagai ornamen, hingga memasang sound system. Aktivitas ini akan terus dikebut sampai nanti malam, supaya besok pagi perahu-perahu kami sudah siap sepenuhnya untuk langsung mengikuti prosesi Petik Laut," ujar Rudi.
Mengingat acara ini akan melibatkan massa dalam jumlah besar serta mobilitas tinggi di laut, pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan yang matang. Satpolairud Polres Pasuruan memastikan seluruh personel dan armada siap mengawal jalannya acara.
Kasat Polairud, AKP Edi Susilo, menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah menjaga kondusivitas keamanan, sekaligus memastikan keselamatan seluruh peserta ritual larung sesaji.
"Kami telah menyiapkan personel, kapal patroli, serta seluruh sarana pendukung pengamanan di wilayah perairan. Selain menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, kami juga mengedepankan aspek keselamatan bagi seluruh peserta yang mengikuti prosesi Petik Laut dan Larung Sesaji," kata AKP Edi Susilo.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan masyarakat dapat menikmati tradisi ini dengan penuh rasa aman," katanya lagi.
Lebih lanjut, AKP Edi Susilo juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh nelayan dan masyarakat yang akan turun ke laut besok, tidak melebihi kapasitas muatan kapal. Mengutamakan keselamatan selama pelayaran, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya
Tradisi Petik Laut di Ngemplakrejo bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol warisan leluhur yang terus dijaga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga hari ini menjadi bukti nyata kuatnya komitmen mereka dalam melestarikan budaya.
Lebih dari itu, ritual tumpengan dan larung sesaji ini merupakan wujud rasa syukur yang mendalam dari para nelayan atas rezeki hasil laut yang melimpah selama setahun terakhir.
Warga berharap, seluruh rangkaian acara pada hari Minggu esok dapat berjalan dengan lancar, aman, serta membawa berkah dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kota Pasuruan.*(Irfan)





