• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Antrian BBM Belum Berakhir Hingga 17 Juli 2026, Warga Desak Dirut Pertamina Copot Kepala Fuel Terminal Medan Teddy Manuputty

    Jumat, 17 Juli 2026, 3:07:00 PM WIB Last Updated 2026-07-17T08:11:38Z

    SNIPER86.COM, Medan –  Antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan sejumlah wilayah Sumatera Utara masih terjadi hingga Jumat (17/07/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi yang telah berlangsung selama beberapa pekan tersebut memicu keresahan masyarakat dan memunculkan desakan agar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, segera melakukan evaluasi terhadap jajaran yang bertanggung jawab atas distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara.

    Salah satu warga Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Abdurrahman (54), secara terbuka meminta agar Teddy Manuputty, yang menjabat sebagai Kepala Fuel Terminal Medan (FTM) sekaligus disebut sebagai GM PT Pertamina Patra Niaga Terminal Medan Group, dicopot dari jabatannya.

    "Setahu saya sejak Teddy Manuputty memimpin Fuel Terminal Medan, kelangkaan BBM di SPBU di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, terus terjadi. Antrian panjang semakin parah sejak 15 Juni 2026 hingga sekarang," ujar Abdurrahman.

    Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara.

    "Kami menilai Teddy gagal menangani persoalan ini. Karena itu kami meminta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) segera mencopot jabatannya," tegasnya.

    Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih terlihat di SPBU 14.204.117 Jalan KL Yos Sudarso KM 18,5 maupun SPBU Kampung Salam. Ironisnya, kedua SPBU tersebut berada tidak jauh dari Fuel Terminal Medan Group, yang merupakan terminal utama pendistribusian BBM untuk wilayah Sumbagut.

    Kondisi ini dinilai semakin memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem distribusi BBM di Sumatera Utara.

    Di tengah keresahan masyarakat, beredar berbagai informasi di media sosial mengenai penyebab kelangkaan BBM. Sejumlah informasi tersebut menuai pro dan kontra.

    Bahkan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut memberikan tanggapan melalui media sosial. Di sisi lain, personel TNI juga terlihat membantu pengoperasian mobil tangki Pertamina dalam upaya mempercepat distribusi BBM ke sejumlah SPBU.

    Namun demikian, sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Labuhan Deli membantah isu yang menyebut adanya kekurangan sopir maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

    "Tidak ada kami yang di-PHK secara massal, tidak ada pula kekurangan sopir di Pertamina Labuhan Deli. Semua itu bohong, hoaks. Bahkan kami bekerja sampai 48 jam," ungkap sejumlah AMT kepada tim media.

    Untuk memperoleh penjelasan resmi, redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Fery, selaku SBM Wilayah 1-2 PT Pertamina Patra Niaga, terkait mekanisme pendistribusian BBM dan penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Utara.

    Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.*(Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini