• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Di Tengah Gemerlap Pelabuhan Belawan, Arsa Kartika Berjuang Menggapai Pendidikan: Potret Kemiskinan yang Menanti Kepedulian

    Sabtu, 25 Juli 2026, 1:28:00 AM WIB Last Updated 2026-07-25T06:56:30Z

    SNIIPER86.COM, Belawan – Di balik gemerlap aktivitas Pelabuhan Belawan sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan dan perekonomian terbesar di Sumatera Utara, masih tersimpan kenyataan yang kontras. Di tengah lalu lalang kapal dan besarnya aktivitas industri, masih ada anak-anak yang harus berjuang mempertahankan hak dasarnya untuk mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

    Salah satunya adalah Arsa Kartika (13), putri dari pasangan Fandi Awan (44) dan Arbaiyah (46), warga Jalan Serdang Blok EF, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

    Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas, Arsa tetap berusaha mempertahankan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Perjuangannya menjadi potret nyata bahwa laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan industri belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang hidup di sekitarnya.

    Belawan merupakan kawasan strategis yang menjadi pusat pelabuhan internasional serta lokasi beroperasinya berbagai perusahaan besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, di balik geliat investasi dan aktivitas ekonomi tersebut, masih banyak warga yang bergulat dengan kemiskinan, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan sulitnya memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

    Melihat kondisi tersebut, Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM) bersama para relawan melakukan pendampingan terhadap proses administrasi pendidikan Arsa agar haknya memperoleh pendidikan tetap dapat terpenuhi.

    Ketua Umum FORMABEM, Andi Ardianto, SH., CPM, menegaskan bahwa kisah Arsa bukanlah persoalan yang berdiri sendiri.

    "Kami tidak hanya membantu satu anak. Arsa hanyalah satu dari sekian banyak potret masyarakat Belawan yang membutuhkan perhatian lebih serius dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Andi Ardianto.

    FORMABEM berharap Pemerintah Kota Medan, DPRD Kota Medan, pemerintah pusat, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan Belawan dapat meningkatkan perhatian terhadap persoalan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, serta pemerataan manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR).

    Menurut FORMABEM, masyarakat menginginkan agar program CSR dilaksanakan secara lebih transparan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan pembangunan lingkungan.

    Selain itu, organisasi tersebut juga menilai perlunya evaluasi terhadap berbagai kebijakan pembangunan agar manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga menyentuh masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan industri dan pelabuhan.

    FORMABEM menyampaikan bahwa sebagian warga masih mengeluhkan tingginya biaya hidup, terbatasnya kesempatan kerja, serta belum meratanya dampak positif pembangunan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Belawan.

    Bagi Arsa, harapannya sangat sederhana. Ia hanya ingin tetap bersekolah dan mengejar cita-citanya tanpa harus terhenti karena keterbatasan ekonomi yang membelit keluarganya.

    Kisah Arsa menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari megahnya infrastruktur, tingginya arus logistik, atau besarnya investasi yang masuk. Keberhasilan sejati adalah ketika setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

    "Tidak boleh ada anak Belawan yang kehilangan masa depannya hanya karena kemiskinan."

    Di tengah kawasan pelabuhan dan industri terbesar di Sumatera Utara, kisah Arsa menghadirkan ironi yang menggugah nurani. Ketika aktivitas ekonomi terus bergerak menghasilkan nilai yang besar, masih ada anak-anak yang berjuang mempertahankan mimpi di bawah himpitan kemiskinan. 

    Kondisi ini memunculkan harapan masyarakat agar hasil pembangunan dan pelaksanaan program CSR semakin dirasakan secara nyata oleh warga di sekitar kawasan, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.*(Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini