• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Lestarikan Warisan Leluhur, Aliansi Poros Tengah Gelar Pagelaran Seni Budaya Tanpa Narkoba

    Senin, 27 Juli 2026, 12:46:00 AM WIB Last Updated 2026-07-26T17:46:45Z

    SNIPER86.COM, Kota Pasuruan - Ribuan warga tampak memadati area kegiatan yang diselenggarakan oleh Aliansi Poros Tengah, dalam pagelaran seni tradisional Uri-uri Budaya pada malam hari di Lapangan Bong Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Minggu (26/06/2026).

    Kegiatan yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Pasuruan ini berlangsung meriah, dengan dihadiri Walikota Pasuruan Adi Wibowo, S.Tp., M.Si.,Wakil Walikota, jajaran Setda, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Lurah Pohjentrek, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

    Sebagai penyelenggara, Aliansi Poros Tengah menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, di mulai dari penampilan kesenian Bantengan serta pencak silat dari Pagar Nusa, yang menjadi daya tarik utama malam itu. Atraksi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi simbol semangat menjaga warisan budaya leluhur, agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

    Dukungan Pemerintah Kota Pasuruan terhadap kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam menjaga kelestarian seni dan budaya daerah, sebagai bagian dari identitas Kota Pasuruan. Selain menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM.

    Selain pertunjukan seni, panitia bersama BNN Kabupaten Pasuruan juga menggelar kuis interaktif serta sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan edukatif tersebut disambut antusias oleh masyarakat, khususnya generasi muda. 

    Dalam sambutannya, Walikota Pasuruan Adi Wibowo mengapresiasi konsistensi Aliansi Poros Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya, yang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor UMKM dan mempererat kebersamaan warga.


    "Mari kita uri-uri budaya sebagai warisan para leluhur. Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan seni hidup menjadi indah," ujar Adi Wibowo.

    lebih lanjut Adi wibowo menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Pasuruan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat, sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat karakter Kota Pasuruan sebagai kota yang religius dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

    Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Pohjentrek, yang dinilainya berhasil menjaga tradisi budaya. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan Bantengan secara langsung sejak kembali bertugas di Pasuruan. 

    "Seni Bantengan mengandung filosofi tentang kemampuan manusia mengendalikan hawa nafsu. Nilai tersebut selaras dengan upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, yang dapat merusak masa depan generasi muda," ujar Masduki.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peredaran narkoba, termasuk penyalahgunaan liquid vape yang dapat mengandung zat terlarang seperti THC. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan menjauhi narkoba. 

    Melalui penyelenggaraan Uri-uri Budaya, dengan dukungan Pemerintah Kota Pasuruan dan BNN Kabupaten Pasuruan, berharap kegiatan ini terus menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, memperkuat persatuan masyarakat, mendukung pertumbuhan UMKM, serta menjadi media edukasi dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.*(Irfan)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini