• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Camat Bram Itam Geram, Minta Kasus Kebakaran Lahan HLG Diusut Tuntas

    Jumat, 14 Agustus 2026, 10:01:00 AM WIB Last Updated 2026-08-14T03:02:16Z

    SNIPER86.COM, Tanjab Barat – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG), tepatnya di Dusun Bumi Ayu, Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi.

    Peristiwa yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) tersebut mendapat perhatian serius dari Camat Bram Itam. Ia menyayangkan kembali terjadinya kebakaran di kawasan HLG dan berharap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab dapat segera diketahui melalui proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

    Berdasarkan laporan pendahuluan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, pemadaman di lokasi berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.

    Kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan berstatus HLG. Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas areal yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 hektare, dengan rincian sekitar 5 hektare terbakar pada 12 Agustus dan bertambah sekitar 10 hektare pada 13 Agustus 2026.
    Dalam laporan tersebut disebutkan, kebakaran pertama kali diketahui berdasarkan laporan masyarakat. Titik lokasi berada pada koordinat S 1° 0' 42.35" dan E 103° 18' 18.65".

    Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya 12 personel TRC BPBD, tiga personel TNI, lima personel Polri, 10 personel Manggala Agni, delapan personel PT WKS, empat orang dari unsur kecamatan dan desa, serta enam orang masyarakat.
    Tim di lapangan menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, termasuk kendaraan roda empat, mesin culler, mesin Honda GX 200, selang, dan nozzle.

    Dalam laporan BPBD, kondisi api disebut sudah terkendali melalui pola pemadaman sekat. Namun, asap masih terlihat akibat adanya sisa pembakaran pada bagian akar pohon. Tim selanjutnya melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul, terutama pada bagian bawah permukaan tanah gambut.

    Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses menuju lokasi. Medan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan jarak sekitar tujuh kilometer. Selain itu, sumber air dari kanal di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi kering sehingga menyulitkan proses pemadaman.

    Untuk dukungan udara, tidak terdapat bantuan helikopter dalam proses penanganan kebakaran tersebut. Hingga laporan dibuat, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa Karhutla tersebut.

    Sementara itu, penyebab kebakaran dan pihak yang terkait dengan lahan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kebakaran tersebut terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

    Camat Bram Itam menyampaikan keprihatinannya atas kembali terjadinya kebakaran di kawasan HLG. Ia berharap, kasus tersebut tidak berhenti sebatas pemadaman, tetapi juga ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara menyeluruh agar penyebab kebakaran dapat terungkap.

    "Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan membahayakan kawasan gambut serta lingkungan sekitar," demikian penekanannya saat dikonfirmasi media melalui WhatsApp.

    Penanganan di lapangan dilakukan melalui koordinasi Tim Pusdatin dan TRC BPBD bersama jajaran Koramil Tungkal Ilir Kodim 0419 Tanjab, Polres Tanjab Barat, PT WKS, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.

    Pihak terkait masih melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api baru maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.*(Deni)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini