SNIPER86.COM, ACEH TENGGARA — 7 Oktober 2026. Kabupaten Aceh Tenggara terus menatap masa depan dengan optimisme dan semangat kebersamaan. Di bawah semangat “Sepakat Segenap”, keberagaman masyarakat, kekayaan alam, pertanian, serta potensi pariwisata menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik dan generasi emas.
Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Aceh Tenggara merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam sekaligus keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan dalam suasana damai.
“Saya, Bupati Aceh Tenggara, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Aceh Tenggara, Bumi Sepakat Segenap. Dari hamparan Lembah Alas di kaki Gunung Leuser, harmoni kehidupan terus berdetak. Ini adalah rumah yang damai bagi masyarakat Aceh Tenggara yang terdiri dari berbagai etnis dan suku, dengan suku Alas dan Gayo sebagai bagian dari masyarakat yang hidup berdampingan dan merajut asa dalam pelukan semangat Sepakat Segenap,” ujar Salim Fakhry.
Menurut Bupati, keberagaman merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan Aceh Tenggara. Kehidupan masyarakat yang telah berlangsung dari generasi ke generasi menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat.
“Di atas fondasi keberagaman inilah masa depan masyarakat Aceh Tenggara ditempa. Di hamparan tanah yang subur, bertani dan berkebun bukan sekadar mata pencaharian, melainkan akar tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat dari masa ke masa,” katanya.
Namun, perjalanan Aceh Tenggara tidak selalu mudah. Bencana banjir bandang pernah menerjang dan berdampak terhadap sejumlah infrastruktur yang menjadi urat nadi penghubung masyarakat. Peristiwa tersebut meninggalkan luka bagi masyarakat dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
“Ada masa ketika keindahan bentang alam Aceh Tenggara menjadi kanvas kebanggaan. Namun alam memiliki takdirnya sendiri. Deru banjir bandang menghantam, membawa pergi urat nadi penghubung kami dan menyisakan luka yang mendalam di tanah Sepakat Segenap,” tutur Bupati.
Di tengah situasi tersebut, Salim Fakhry menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali infrastruktur serta memulihkan kehidupan masyarakat.
“Namun kami tidak dibiarkan berjuang sendiri dalam masa terberat. Sinergi tercipta. Langkah Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian PUPR menjadi salah satu bukti nyata hadirnya negara. Bersama uluran tangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, harapan itu kembali dinyalakan,” ujarnya.
Kini, semangat pembangunan kembali terlihat di sejumlah wilayah. Deru mesin dan aktivitas pembangunan menjadi bagian dari upaya membangun kembali infrastruktur yang menjadi penghubung masyarakat.
“Hari ini, deru air dijawab oleh raungan mesin dan denting baja. Pembangunan urat nadi Aceh Tenggara terus dipacu bagi masyarakat. Setiap pilar yang berdiri bukan sekadar besi dan beton, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik,” kata Salim Fakhry.
Perhatian pemerintah terhadap masyarakat juga mendapat apresiasi dari warga. Salah seorang warga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Tenggara atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tenggara atas perhatiannya kepada masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan guna membantu perekonomian masyarakat,” ujar warga.
Bagi Aceh Tenggara, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur. Hamparan persawahan, perkebunan, sungai, serta kawasan hutan yang berada di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser merupakan bagian dari kekayaan daerah yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Badai mungkin pernah singgah, tetapi pesona Aceh Tenggara tak akan pernah pudar. Dari kedamaian hamparan hijau persawahan yang terus tumbuh, bersinergi dengan visi pembangunan pertanian, derasnya aliran sungai, hingga rimbunnya paru-paru dunia di Taman Nasional Gunung Leuser yang menjadi salah satu kekayaan alam dan potensi wisata Aceh Tenggara. Keindahan ini selalu menunggu untuk dijelajahi kembali,” ungkap Bupati.
Potensi alam dan budaya tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan, ekonomi masyarakat, serta pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik dan tetap menjaga kelestarian alam, Aceh Tenggara diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya di Provinsi Aceh.
Ajakan untuk mengenal Aceh Tenggara juga disampaikan masyarakat. Seorang warga mengajak masyarakat Indonesia maupun masyarakat dari berbagai negara untuk datang dan melihat langsung keindahan serta keramahan masyarakat Bumi Sepakat Segenap.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya dan kawan-kawan yang ada dari luar negeri, mari datang ke Aceh Tenggara. Kami sambut semua saudara-saudari kami sebagai saudara dan sahabat,” ujarnya.
Semangat Sepakat Segenap menjadi pesan penting dalam perjalanan Aceh Tenggara menuju masa depan. Keberagaman menjadi kekuatan, pertanian menjadi akar kehidupan, pembangunan menjadi ikhtiar, dan kekayaan alam menjadi anugerah yang harus dijaga.
Dari Lembah Alas di kaki Gunung Leuser, Aceh Tenggara terus melangkah. Badai boleh datang dan tantangan boleh menghadang, namun semangat masyarakat untuk bangkit dan membangun masa depan tidak boleh padam.
Aceh Tenggara menuju generasi emas. Dari Bumi Sepakat Segenap untuk Indonesia. Salam dari Aceh Tenggara.*(Jumadi)




