SNIPER86.COM, Ambon - Komandan Korem 151/Binaiya Btigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., mengajak semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan insan pers di Maluku untuk memperkuat sinergitas menjaga keutuhan NKRI, serta menangkal bahaya penyebaran paham radikal dan separatisme di wilayah Maluku.
Hal tersebut disampaikan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., saat membuka kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Kebangsaan, yang digelar Aula Korem 151/Binaiya, Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa atau Raja Negeri, Camat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, pelaku UMKM, Mahasiswa, OKP, LSM, Ormas hingga insan media di Kota Ambon.
"Kehadiran kita di sini menunjukkan komitmen dan kepedulian bersama terhadap keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai," ujarnya.
Danrem menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat, dalam memperkuat komunikasi sosial demi terciptanya stabilitas keamanan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, toleransi dan musyawarah mufakat.
"Nilai-nilai ini sering kali kita lupakan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, mari kita saling mengenal, bertukar informasi, dan memperkuat kebersamaan," pesan orang nomor satu di Korem151/Binaiya.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyoroti pentingnya peran media massa dalam membangun opini publik yang positif tentang TNI dan kehidupan berbangsa. "Media adalah mitra strategis kami. Kami harap, setiap pemberitaan tentang TNI dapat dikonfirmasi terlebih dahulu, agar fakta yang disampaikan benar adanya," kata Danrem.
Ia mencontohkan adanya pemberitaan nasional yang menyebutkan, bahwa masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menolak pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan disana. Namun kenyataannya, di Kabupaten yang berjulukan "SAKA MESE NUSA" tidak pernah menyatakan penolakan terhadap adanya Batalyon TP 865/ Satria Manawata (SBB), sehingga pernyataan itu sangat tidak benar.
"Contoh seperti itu perlu kita jadikan pelajaran bersama. Mari kita jaga komunikasi dan koordinasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan," tambahnya.
Diakhir sambutannya, Danrem 151/Binaiya menegaskan, bahwa TNI tidak anti kritik dan selalu terbuka terhadap masukan positif dari masyarakat dan media. Danrem juga berharap, seluruh pihak dapat terus bersinergi demi menjaga kedamaian dan ketertiban di Negeri Tanah Para Raja ini.
"Kemajuan Negeri ini terletak pada kita semua yaitu putra - putri negeri ini, dengan segala kemampuan, keilmuan yang ada. Dan sebagai anak bangsa Indonesia, tentu menginginkan kedamaian dan rasa aman, nyaman dalam kehidupan sehari - hari. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan inovasi dan kreasi baru, setelah kita kembali dari kegiatan ini," ingat Danrem kepada peserta yang hadir.*(MM.S86)







