• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pimum


     

    HUT SNIPER86.COM


     

    Wahid Laitupa Sesalkan Penggantian Nama Henna Hitu: Sejarah Tak Boleh Dihilangkan

    Senin, 24 November 2025, 5:17:00 PM WIB Last Updated 2025-11-24T10:18:41Z

    SNIPER86.COM, Ambon - Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Amanat Persatuan Wahid Laitupa, yang merupakan putra kelahiran Hena Ureng, anak Adat Jazirah Leihitu menegaskan pentingnya menyikapi setiap persoalan secara bijaksana. 

    Ia sangat menghargai, menghormati  kegiatan pendirian organisasi baru yang digelar di Hotel Santika, karena secara hukum setiap kelompok memiliki hak untuk membentuk organisasi.

    Namun, Laitupa mengaku tidak menghadiri kegiatan tersebut lantaran menyesalkan sikap sebagian pihak yang dinilai merendahkan Henna Hitu, organisasi adat yang memiliki nilai historis sejarah dan peran penting dalam menjaga stabilitas Jazirah. Senin  23/11/2023.

    Menurut Laitupa, seperti yang disampaikannya kepada awak media ini, Senin (23/11/25), Henna Hitu dibentuk oleh para pendiri dan raja-raja di Jazirah, sehingga nama dan sejarahnya tidak boleh diabaikan begitu.

    Ia juga mengingatkan, bahwa persoalan internal organisasi seharusnya diselesaikan melalui pertemuan bersama para pendiri dan tokoh senior, bukan dengan mengganti nama atau membentuk lembaga baru.

    Ia juga menyebutkan, bahwa Henna Hitu pernah mengalami dualisme kepemimpinan, namun sudah disatukan melalui rekonsiliasi antara kubu Jais Elly dan Saleh Turasan,  sehingga kini organisasi memiliki kepemimpinan tunggal. 

    "Jika kepemimpinan dianggap tidak layak, maka mekanisme yang benar adalah kembali melaksanakan musyawarah besar atau musyawarah luar biasa, dengan rekomendasi para raja dan pimpinan negeri atau para tokoh Adat se Jazirah," ujar Laitupa.

    Wahid Laitupa juga menekankan, bahwa organisasi adat di Maluku wajib mendapat pengesahan Gubernur sebagai pemimpin tertinggi para raja di Negeri tanah para raja ini.

    Menurutnya, selama ini banyak yang keliru, namun dia memahami, bahwa deklarasi kelompok saja sudah cukup untuk melegalkan organisasi.

    Laitupa menegaskan tidak menolak berdirinya organisasi baru, namun ia sesalkan dengan menolak atau menghilangkan nama Henna Hitu, ini menunjukan bahwa ada upaya merendahkan nilai sejarah itu sendiri.

    "Silakan siapa saja mendirikan organisasi baru dan itu haknya. Namun menghilangkan nama Henna Hitu dan merendahkan nilai sejarahnya, sebagai anak negeri Jazirah saya tidak sepakat dan tidak sepakat," Wahid Laitupa.*(MM.S86)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini