• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    HUT SNIPER86.COM


     

    Aktivis Peduli Generasi Dorong Program MBG di Aceh Tenggara Prioritaskan Produk Lokal

    Minggu, 14 Desember 2025, 9:05:00 PM WIB Last Updated 2025-12-14T14:06:24Z

    SNIPER86.COM, Agara - Aktivis Peduli Generasi Merah Putih 11 Etnis Aceh Tenggara, Mimi Petir Selian, meminta pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Tenggara agar memprioritaskan penggunaan produk lokal demi menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.


    Menurut Mimi, program MBG yang merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat seharusnya tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, khususnya petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di Aceh Tenggara.


    “Program ini harus menjalankan nilai Sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Petani dan pelaku usaha lokal harus dilibatkan secara nyata, bukan hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegas Mimi Petir Selian, Minggu (14/12/2025).


    Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menginstruksikan pendataan lahan tidur agar dapat dijadikan lahan produktif. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara diminta serius mengoordinasikan program MBG dengan dinas terkait, seperti Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Perdagangan, UMKM/Koperasi, serta Perizinan.


    Mimi menilai banyak kebutuhan menu MBG yang dapat diswasembadakan di Aceh Tenggara, seperti beras, buncis, tauge, pisang, telur, tempe, tahu, ikan, ayam, semangka, dan komoditas lainnya. Selama ini, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dinilai masih terlalu tinggi.


    "Jangan selalu berdalih barang tidak ada. Kecuali memang komoditas yang tidak bisa tumbuh di Aceh Tenggara, selebihnya harus kita produksi sendiri," ujarnya.


    Meski demikian, Mimi mengakui pada tahap awal pelaksanaan MBG, ketersediaan bahan pangan lokal masih terbatas. Namun, kondisi tersebut dinilai wajar dan harus segera diatasi dengan membuka peluang bagi petani yang memiliki lahan menganggur untuk didata dan diarahkan menjadi lahan produktif.


    Ia juga menyoroti pentingnya dukungan permodalan bagi masyarakat. Selain Program Koperasi Merah Putih, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi petani dan pelaku UMKM, dengan pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah.


    Lebih jauh, Mimi menegaskan bahwa upaya membangkitkan ekonomi lokal harus berbasis data. Pemerintah daerah diminta transparan terkait data statistik kemiskinan, termasuk jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Aceh Tenggara.


    “Jika kita cinta generasi bangsa, maka kita harus membebaskan mereka dari penjara kemiskinan. Ekonomi yang lemah berdampak langsung pada pendidikan anak-anak dan berpotensi memicu persoalan sosial,” katanya.


    Sebagai penutup, Mimi Petir Selian berharap seluruh pemangku kepentingan di Aceh Tenggara, mulai dari dinas teknis, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat, kepala desa, hingga kelompok tani, dapat bersatu dan bekerja sama menyukseskan program MBG agar benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.*(Alex)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini