SNIPER86.COM, Tanjab Barat – Proyek pembangunan tanggul di Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam dari warga. Pekerjaan yang bersumber dari dana Pemerintah melalui Dinas PUPR Provinsi Jambi tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai harapan masyarakat.
Pantauan di lapangan, Rabu (17/12/2025), kondisi tanggul terlihat sudah mengalami kerusakan di beberapa titik, meskipun belum lama dikerjakan. Ironisnya, proyek yang menggunakan anggaran pemerintah itu juga tidak dilengkapi papan plang informasi sebagaimana diwajibkan dalam setiap pekerjaan yang bersumber dari dana negara.
Padahal, pemasangan papan plang proyek bertujuan untuk transparansi anggaran dan keterbukaan informasi publik, mulai dari nilai anggaran, sumber dana, hingga pelaksana pekerjaan.
"Seharusnya setiap pekerjaan yang dananya dari pemerintah wajib memasang papan plang. Supaya masyarakat tahu anggarannya dari mana, berapa nilainya, dan siapa pelaksananya. Ini tidak ada sama sekali," ujar salah seorang warga.
Tak hanya soal transparansi, kualitas pekerjaan juga menjadi keluhan utama. Warga menilai pembangunan tanggul tersebut tidak maksimal dan terkesan asal jadi.
Salah seorang warga RT 06 Desa Pasar Senin, yang enggan disebutkan namanya, mengaku awalnya sangat bersyukur dengan adanya pembangunan tanggul. Ia berharap keberadaan tanggul dapat mencegah air masuk ke kebun dan menghindari banjir yang kerap terjadi.
"Saya berterima kasih sebenarnya ada tanggul ini, supaya air tidak masuk kebun dan tidak tenggelam lagi. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, Bang. Lihat saja, tanggulnya sudah banyak yang rusak, dan air tetap masuk ke kebun saya," tuturnya dengan nada kecewa.
Ia mengaku sangat tidak puas dengan hasil pekerjaan tersebut dan merasa dirugikan sebagai warga yang terdampak langsung.
"Sebagai warga, saya sangat kecewa. Saya berharap dinas terkait bisa turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi tanggul yang dikerjakan asal jadi ini," tegasnya.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan proyek, baik dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Warga mendesak agar Dinas PUPR Provinsi Jambi dan pihak berwenang segera melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh terhadap proyek tanggul tersebut, agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan masyarakat tidak terus dirugikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Provinsi Jambi terkait dugaan pekerjaan asal jadi dan tidak adanya papan plang proyek di lokasi.*(Deni)





