SNIPER86.COM, Agara - Sebuah proyek diduga milik Balai Wilayah Sungai (BWS) di Desa Biak Muli Sejahtera, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menuai sorotan tajam. Proyek yang berjalan tanpa papan informasi itu disebut-sebut bagaikan proyek siluman karena tidak jelas sumber anggaran, kontraktor pelaksana, hingga masa pengerjaannya.
Di lokasi, tumpukan material bekas galian tampak dibiarkan begitu saja di pinggir, bahkan di badan jalan. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Jalan yang sempit dan licin akibat tanah galian membuat kendaraan mudah tergelincir, terutama saat hujan.
Seorang warga setempat, mengaku sangat kecewa dengan pola kerja yang dinilainya tidak transparan dan merugikan masyarakat.
"Ini proyek apa, dari mana anggarannya, siapa yang kerjakan, kami tidak tahu sama sekali. Harusnya ada papan proyek. Selain itu, material galian dibiarkan menumpuk dan membuat jalan susah dilalui. Kami yang lewat setiap hari yang kena dampaknya," ujarnya dengan nada kesal.
Ketua LSM Korek Provinsi Aceh Irwansyah Putra menilai, proyek tersebut merupakan pecahan dari pekerjaan di wilayah Lawe Harum. Menurutnya, minimnya informasi dan lemahnya pengawasan lapangan membuat publik bertanya-tanya mengenai standart pengerjaan proyek tersebut.
"Setiap proyek pemerintah wajib memasang papan informasi sebagai bentuk keterbukaan. Ketika tidak ada, wajar masyarakat menduga ada yang tidak beres," tegas Irwansyah Putra kepada Sniper86.com, Selasa 2 Desember 2025.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWS belum memberikan tanggapan resmi. Warga berharap, material segera dibersihkan dan pelaksana proyek menjalankan pekerjaan sesuai aturan, agar tidak merugikan masyarakat pengguna jalan.*(Alek)





