SNIPER86.COM, Probolinggo – Penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Probolinggo menuai sorotan tajam terkait mekanisme pembagiannya. Meskipun program ini bertujuan baik, alokasi jatah makanan bagi siswa yang tidak hadir atau tidak berselera makan menu yang disediakan menjadi masalah utama.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kebingungan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa setiap siswa, terlepas dari kehadirannya, mendapatkan satu porsi jatah.
"Pernah kami kembalikan ke dapur MBG, tapi ditolak, akhirnya kami makan bersama guru-guru yang lain," celetuk guru tersebut, Sabtu (13/12).
Hal ini menjadi sorotan serius mengingat setiap harinya selalu ada siswa yang tidak masuk sekolah. Situasi ini memicu reaksi keras dari wali murid.
Salah seorang wali murid menyatakan keberatan jika jatah nasi kotak sisa tersebut, termasuk milik siswa yang bolos, justru disantap oleh para guru, bahkan dijadikan 'bancakan' (makan bersama).
"Jika memang lebih, ada siswa yang tidak masuk sekolah atau siswa yang tidak mau karena tidak selera, maka diberikan kepada fakir miskin yang lapar," tegasnya menuntut agar kelebihan porsi didistribusikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Isu ini memerlukan kajian mendalam dari pihak penyelenggara program, mengingat tingginya angka siswa yang menolak makan karena ketidaksesuaian menu dengan selera mereka.* (Ads)





