SNIPER86.COM, Medan – Oknum anggota TNI Angkatan Laut dari unsur Marinir berinisial “I” akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di salah satu media online serta unggahan akun TikTok Joniar News Pekan, yang tayang pada Senin, 29 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut disebutkan dugaan, bahwa salah satu perusahaan es kristal, PT. Es Hupindo (Atlas), tidak memiliki izin pertambangan air serta mempertanyakan ke mana limbah perusahaan dibuang. Bahkan, dalam caption unggahan TikTok itu, turut disertakan narasi dugaan adanya oknum Marinir berinisial “I” yang disebut-sebut membekingi perusahaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota Marinir inisial “I” dengan tegas membantah keras seluruh tudingan yang mengarah pada keterlibatan dirinya sebagai pihak yang membekingi ataupun mengawasi perusahaan dimaksud.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki jabatan, kewenangan, maupun keterlibatan struktural di dalam operasional PT. Es Hupindo, sebagaimana yang diberitakan.
"Saya tegaskan, saya bukan pengawas dan tidak memiliki peran apa pun di perusahaan tersebut. Tuduhan bahwa saya membekingi perusahaan itu tidak benar," tegasnya kepada SNIPER86.COM, Senin (29/12/2025).
Lebih lanjut, oknum Marinir tersebut menjelaskan, bahwa keterlibatannya yang belakangan disorot publik semata-mata karena faktor kekeluargaan. Ia mengakui bahwa orang tuanya serta beberapa anggota keluarganya memang bekerja di perusahaan tersebut.
Menurutnya, upaya yang dilakukannya hanya sebatas menengahi permasalahan antara pihak perusahaan dengan oknum wartawan berinisial “J”, itupun dilakukan atas permintaan langsung dari ayahnya, bukan atas inisiatif pribadi apalagi kepentingan institusi.
"Karena ayah saya dan beberapa keluarga bekerja di sana, ayah saya meminta saya untuk mencoba menengahi permasalahan antara pihak perusahaan dan rekan wartawan. Itu saja, tidak lebih," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa niatnya semata-mata untuk melindungi orang tua dan keluarganya, agar tidak terseret lebih jauh apabila permasalahan perusahaan tersebut berkembang dan berdampak hukum di kemudian hari.
"Saya hanya ingin menyelamatkan orang tua dan keluarga saya apabila nantinya ada dampak hukum terhadap perusahaan. Tidak ada maksud lain, apalagi membawa-bawa nama institusi TNI AL," tambahnya.
Dalam klarifikasinya, Anggota Marinir inisial “I” juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada institusi TNI Angkatan Laut serta kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan akibat mencuatnya pemberitaan tersebut.
"Saya memohon maaf kepada institusi TNI AL dan semua pihak atas kegaduhan yang terjadi. Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak terlibat, tidak membekingi, dan tidak memiliki kepentingan apa pun dalam persoalan izin maupun operasional perusahaan tersebut," pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Anggota Marinir inisial “I” berharap agar pemberitaan yang beredar dapat diluruskan sesuai fakta, serta tidak lagi menyeret nama pribadi maupun institusi tanpa dasar yang jelas.*(R-1)





