SNIPER86.COM, Probolinggo – Kabut tipis dan udara sejuk menyelimuti Gerbang Wisata Sukapura, namun semangat kebersamaan terasa hangat saat ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo berkumpul pagi ini.
Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo, dr. H.M. Haris, M.Kes (Gus Haris), bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Tampak lautan massa dan kehadiran tokoh lintas sektor dan lokasi upacara yang menjadi pintu masuk utama wisata internasional Gunung Bromo ini dipadati oleh ribuan ASN yang berasal dari 24 Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Probolinggo, pegawai kantor induk, serta para guru dan pengawas madrasah.
Momentum ini juga menjadi ajang sinergi lintas sektoral yang kuat. Mendampingi Bupati Haris, hadir jajaran anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Forkopimcam Sukapura, serta berbagai tokoh agama dan undangan lainnya yang memperlihatkan dukungan penuh terhadap program-program penguatan karakter bangsa melalui jalur keagamaan.
Peringatan HAB ke-80 ini tidak hanya berhenti pada seremoni. Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat (Kemenag Berdampak), dilakukan penyerahan secara simbolis 285 Sertifikat Wakaf untuk tanah ibadah dan sosial di wilayah Kabupaten Probolinggo. Langkah ini merupakan capaian besar dalam memberikan kepastian hukum atas aset umat. Selain itu, kepedulian sosial juga ditunjukkan melalui pemberian santunan kepada 50 anak yatim-piatu, yang disambut hangat oleh para hadirin.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd, dalam pesan moralnya menegaskan bahwa setiap langkah Kemenag saat ini harus memiliki dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Penempatan upacara di Gerbang Wisata Sukapura ini bukan tanpa alasan. Ini adalah wujud bahwa ASN Kemenag wajib hukumnya menjadi garda terdepan dalam mengaplikasikan kerukunan antar umat beragama di tengah keberagaman," tegas Dr. Samsur.
Sementara, Bupati Probolinggo, dr. H.M. Haris, M.Kes, dalam amanatnya memberikan apresiasi tinggi atas kerukunan yang selama ini terjaga di Kabupaten Probolinggo, khususnya di wilayah Sukapura yang dihuni masyarakat dengan latar belakang keyakinan yang beragam.
"Toleransi bukan hanya soal membiarkan perbedaan, tapi soal bagaimana kita berkolaborasi dalam perbedaan tersebut. Di gerbang wisata ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa Probolinggo adalah contoh nyata di mana agama menjadi pengikat persaudaraan, bukan pemisah. ASN Kemenag harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam merawat harmoni ini," pungkas Gus Haris.
Upacara ditutup dengan doa bersama lintas agama, yang mengalun khidmat di tengah keindahan alam Sukapura, membawa harapan baru bagi pelayanan keagamaan yang lebih baik di usia Kemenag yang ke-80.*
(Ads/Humas Kemenag)







