SNIPER86.COM, Kuala Tungkal - Lapas Kuala Tungkal menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh khidmat melalui rangkaian ibadah dan kegiatan kurban, Rabu (27/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual bagi warga binaan, sekaligus momentum memperkuat nilai keimanan, keikhlasan, dan kebersamaan.
Sejak pagi hari, ratusan warga binaan bersama jajaran petugas berkumpul di lapangan olahraga Lapas untuk melaksanakan Shalat Idul Adha, yang dimulai pukul 07.15 WIB. Bertindak sebagai imam yakni Muhammad Yamin, sementara khutbah disampaikan oleh Muamar Najmi. Keduanya merupakan perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya pertobatan, keikhlasan, dan keteguhan iman sebagai makna utama Idul Adha. Pengorbanan Nabi Ibrahim AS disebut sebagai teladan bagi umat Islam dalam memperkuat kesabaran dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan penuh ketenangan. Warga binaan tampak mengikuti rangkaian salat dengan penuh hikmat, mencerminkan semangat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Usai pelaksanaan shalat, Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyampaikan sambutannya. Ia menegaskan, bahwa Idul Adha menjadi momentum penting dalam membangun pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
"Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meneguhkan tekad menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi. Proses penyembelihan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, disaksikan oleh petugas serta warga binaan.
Daging kurban selanjutnya diolah di dapur Lapas untuk disajikan kepada seluruh warga binaan. Momen tersebut menghadirkan suasana kebersamaan dan rasa syukur di tengah lingkungan pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kuala Tungkal menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, moral, dan sosial warga binaan.
Perayaan Idul Adha diharapkan menjadi sarana pembelajaran tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.*(Deni)




