SNIPER86.COM, Belawan -- 20 Juni 2026, Kesabaran masyarakat Medan Utara dinilai mulai berada di titik kritis. Ketua Umum Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM), Andi Ardianto, SH, CPM, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Wali Kota Medan, Rico Waas, yang dinilai belum mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Menurut Andi Ardianto, hingga saat ini warga masih bergulat dengan persoalan klasik yang tak kunjung terselesaikan. Banjir rob terus menghantui pemukiman warga, infrastruktur jalan banyak yang rusak dan berlubang, sementara sistem drainase dinilai belum mampu berfungsi optimal untuk mengatasi genangan yang terus berulang.
"Kami melihat persoalan di Medan Utara seolah berjalan di tempat. Warga masih harus hidup berdampingan dengan banjir rob, jalan rusak, dan drainase yang tidak memadai. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji yang terus diulang," tegas Andi Ardianto dalam keterangannya.
FORMABEM menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Sebagai kawasan strategis yang menjadi pintu gerbang aktivitas pelabuhan dan industri di Kota Medan, Medan Utara seharusnya memperoleh perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur dan penanganan lingkungan.
DESAK PENGERUKAN PESISIR BELAWAN
Dalam upaya mencari solusi terhadap banjir rob yang terus menghantam kawasan pesisir, FORMABEM mendesak Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret dengan menginisiasi pengerukan di wilayah pesisir Belawan yang dinilai mengalami pendangkalan cukup serius.
Andi mengingatkan bahwa pada masa lalu pernah tersedia kapal keruk yang beroperasi untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi dampak pasang laut. Karena itu, FORMABEM meminta Rico Waas segera membangun komunikasi dan kolaborasi dengan PT Pelindo serta KSOP Belawan guna menghadirkan kembali program pengerukan tersebut.
"Jangan menunggu kondisi semakin parah. Pendangkalan di pesisir Belawan harus menjadi perhatian serius. Pemko Medan harus aktif mencari solusi dan membangun sinergi dengan seluruh pihak terkait," katanya.
PASAR 3 DAN PASAR 4 MARELAN JADI SOROTAN
Selain Belawan, FORMABEM juga menyoroti kondisi Kecamatan Medan Marelan, khususnya kawasan Pasar 3 dan Pasar 4 yang disebut hampir selalu mengalami genangan saat hujan turun.
Menurut Andi, buruknya sistem drainase membuat aktivitas masyarakat terganggu, merugikan pelaku usaha, dan menimbulkan ketidaknyamanan yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang signifikan.
"Setiap hujan turun, masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan yang sama. Ini bukan lagi masalah baru, tetapi masalah lama yang membutuhkan tindakan cepat dan terukur dari pemerintah daerah," ujarnya.
FORMABEM mendesak Pemko Medan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Medan Utara, termasuk percepatan perbaikan jalan rusak serta normalisasi drainase di titik-titik rawan banjir.
BUTUH AKSI, BUKAN SEREMONI
Di akhir pernyataannya, Andi Ardianto mengingatkan bahwa masyarakat akan menilai kepemimpinan dari hasil kerja yang dirasakan langsung, bukan dari kegiatan seremonial maupun pencitraan semata.
Ia meminta Wali Kota Medan untuk lebih sering turun ke lapangan guna melihat langsung kondisi yang dihadapi warga Medan Utara setiap hari.
"Kami berharap Wali Kota Medan segera hadir dengan langkah-langkah konkret. Masyarakat Medan Utara sudah terlalu lama menunggu. Yang dibutuhkan saat ini adalah eksekusi program dan penyelesaian masalah secara nyata, bukan sekadar narasi pembangunan. Jangan sampai muncul penilaian negatif di tengah masyarakat karena lambannya penyelesaian persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun," pungkas Andi Ardianto, SH, CPM.*(JMD/TIM)




