• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Kemenag Kabupaten Probolinggo Tolak LGBT, H. Samsur Sampaikan Komitmennya...

    Sabtu, 11 Juli 2026, 4:29:00 PM WIB Last Updated 2026-07-11T09:29:15Z

    SNIPER86.COM, Probolinggo – Menyikapi berkembangnya isu mengenai fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan ketahanan keluarga sebagai langkah strategis dalam menjaga nilai-nilai moral masyarakat.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag,.M.Pd.I menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo selama ini dikenal sebagai daerah religius yang memiliki kultur pesantren dan tradisi keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai agama yang telah menjadi identitas daerah.

    "Kami sejalan dengan komitmen Bupati Probolinggo dalam menjaga Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang religius dan berkarakter. Nilai-nilai agama harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat. Dalam perspektif seluruh agama yang menjadi binaan Kementerian Agama, perilaku LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu, upaya yang harus terus diperkuat adalah pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan penguatan ketahanan keluarga," tegas H. Samsur kepada media online sniper86.com, Sabtu (11/7). 

    Menurutnya, sikap tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

    Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren semakin memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk insan beriman, bertakwa, berakhlak karimah, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

    Lebih lanjut, Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 juga menegaskan pentingnya penguatan ketahanan ideologi, moral, dan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan non militer yang dapat memengaruhi ketahanan bangsa.

    Dalam implementasinya, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan melalui pendidikan agama di madrasah, pondok pesantren, penyuluh agama, bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, penguatan moderasi beragama, serta pendidikan karakter bagi generasi muda.

    "Kami meyakini bahwa benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan moral adalah keluarga yang harmonis, pendidikan agama yang kuat, serta lingkungan sosial yang sehat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pondok pesantren, madrasah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting," ujarnya.

    Ia menambahkan, semangat tersebut juga selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Probolinggo melalui Program SAE, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia yang religius, berakhlak mulia, unggul, dan berdaya saing sebagai prioritas pembangunan daerah.

    "Kabupaten Probolinggo memiliki modal sosial yang luar biasa berupa ribuan santri, pesantren, madrasah, dan tokoh agama. Potensi ini harus terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama," katanya.

    Di akhir keterangannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi berbagai persoalan sosial secara bijaksana dengan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    "Mari kita bersama-sama memperkuat pendidikan agama, menjaga akhlak, memperkokoh ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius, kita wujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE, religius, harmonis, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.*

    (Ads
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini