Selama sepekan, mulai 15 hingga 21 Juli 2026, Armo menyerap aspirasi warga di tiga kecamatan, yakni, Tongas, Sumberasih dan Lumbang.
Kegiatan tersebut dihadiri dari beberapa unsur masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.
Dalam setiap pertemuan, dialog berlangsung terbuka. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai belum mendapat penanganan optimal dari pemerintah daerah.
Armo yang dikenal dekat dengan masyarakat, tampak penuh senyum saat mendengarkan satu per satu aspirasi warga.
Mulai dari kebutuhan infrastruktur, salran origasi hingga program pemberdayaan masyarakat, semua ditampung dengan perhatian dan komitmen.
“Selain bantuan fisik seperti jalan atau saluran air, pokir juga bisa diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan. Misalnya pelatihan keterampilan, UMKM, atau kegiatan sosial yang memperkuat ekonomi warga,” ujar Armo dalam sesi dialog terbuka.
Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata keterlibatan legislatif dalam pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Warga pun menyambut baik pendekatan ini, berharap aspirasi mereka segera ditindaklanjuti dalam program kerja DPRD.
"Saya akan terus kawal program yang pro rakyat," pungkas Armo.
(Tofa/TF)






