SNIPER86.COM, Probolinggo – Meski pelaksanaan Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pajarakan Kabupaten Probolinggo tahun 2026 masih terbilang cukup lama, tapi tensi politik organisasi di tingkat akar rumput justru mulai membara.
Dinamika persaingan antar kandidat kian terbuka, ditandai dengan aksi saling sindir hingga adu strategi demi merebut simpati para pemilik suara.
Dua kandidat yang santer dibicarakan, Si A dan Si B, dilaporkan telah mencuri start dengan gencar melakukan safari politik, blusukan, hingga turun ke bawah (turba), Minggu (16/8).
Terhimpun informasi dari nara sumber yang tidak bersedia disebut namanya, berbagai pola konsolidasi, baik lewat pertemuan formal maupun obrolan santai (non-formal) terus dilancarkan demi meluluhkan hati para pengurus ranting.
"Sebagai pemegang kunci utama perhelatan, 13 Ranting NU se-Kecamatan Pajarakan kini berada di posisi sentral," katanya.
Menurutnya, suara dari 13 ranting ini yang bakal menentukan arah masa depan MWC NU Pajarakan agar tampil lebih maju, berkembang, dan bermartabat.
Para kader pun diimbau agar menjatuhkan pilihan berdasarkan gagasan serta program kerja yang konkrit, bukan sekadar asas pertemanan atau intimidasi politik.
Di tengah memanasnya adu gerilya antara Si A dan Si B, arus bawah tiba-tiba dikejutkan dengan mencuatnya nama Chumaidi, S.Pd. Kader muda NU dengan rekam jejak militansi dan loyalitas tinggi ini mendadak jadi perbincangan hangat serta diperhitungkan secara serius oleh pengurus ranting.
Sosok Chumaidi bukanlah nama asing di wilayah Probolinggo. Selain aktif menjabat sebagai Kepala Sekolah di salah satu lembaga pendidikan di Pajarakan, ia memiliki rekam jejak kepemimpinan yang matang, sebagaiSekretaris MWC NU Pajarakan (2 periode aktif) dan mantan Ketua PAC GP Ansor Pajarakan (2 periode).
"Dikenal supel dan tanpa sekat dalam berinteraksi dengan semua kalangan, Chumaidi dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk meredam gesekan politik yang sedang terjadi. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi figur pemersatu atas dinamika panas di lapangan, sehingga semangat berkhidmat di NU tetap profesional dan terukur," tandasnya.
Chumaidi mengusung motto "NU Maju, NU Bermartabat", Chumaidi menegaskan kesiapannya membawa angin segar bagi jam'iyyah. Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan 13 Ranting NU Pajarakan, apakah akan memilih pertarungan sengit para senior, atau memberi mandat kepada figur pemersatu yang mengusung narasi berkemajuan.*
(Ads/Team)





