SNIPER86.COM, Tabanan - RA Al-Iqra dan MDT ula Al-Iqra Yayasan Bina Umat Mandung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Generasi Al-Iqra Cinta Rasul, Ceria dan Berakhlak Mulia.”
Kegiatan berlangsung di MDT TPQ Al-Iqra Perumahan Mandung 1, Banjar Mandung Kangin, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (5/9/26) malam.
Acara yang di pandu oleh Dinda Rizky Safitri dan Kafka Syafa Nafisa diawali pemberian secara simbolis berupa kitab suci Al-Qur'an dan seperangkat alat sholat untuk TPQ MDT Al-Iqra yang diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali KH Mahrusun Hadiyono, S.Pd.,I.,dilanjukan penampilan tarian islami diiringi Hadrah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) al-Iqra Mandung.
Acara tersebut dihadiri Perbekel Desa Sembung Gede I Gusti Nengah Sulandera, Bendesa Adat Dharma Sadhu, Kawil Banjar Dinas Mandung Kangin, Ketua RT Purwanto, Ketua Umum MUI Provinsi Bali KH Mahrusun Hadiyono, M.Pd.I, Ketua MWCNU H. Mansyur Pasaribu, SH, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tabanan Muhammad Agung.
Turut hadir H. Asmudy, Kukuh Wibisono, Sirajuddin dan Ibu Minasih, Ketua Yayasan Bina Umat Mandung Didik Aris Santoso, Ketua Pengawas Yayasan Bina Umat Mandung Dr. Sudarsono, S.Kom.I., M.Pd.I, jajaran pengurus yayasan, serta sejumlah tokoh dan pengurus lembaga pendidikan maupun majelis taklim.
Kegiatan juga dihadiri Kepala RA Al-Iqra Bunda Hosnia, S.Pd.I, Kepala MDT Al-Iqra Ustadzah Sri Masriah, para pengurus Majelis Ta’lim Al Mubarok, Al-Humairah, Nurul Hidayah, Muallaf Al-Ikhlas, Al Hikmah, Perkumpulan Muslim Puskopad (PMP), Al Fitrah dan Miftahul Jannah.
Selain itu, hadir para pengelola TPQ At-Taubah, TBAM (Taman Baca Anak Muslim), TPQ Al Iman, TPQ Nurul Hidayah, Ketua Pemuda Islam Mandung Ken Zulqornaen Adzkar, serta Ketua Panitia Pelaksana Ibu Dian Komaria bersama seluruh panitia dan tamu undangan lainnya.
KH Mahrusun Hadiyono Ajak Jamaah Jangan Tinggalkan Shalat
Dalam tausiyahnya, KH Mahrusun Hadiyono, M.Pd.I mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, khususnya menjaga shalat lima waktu. Ia mengingatkan, bahwa shalat merupakan ibadah yang sangat penting dan menjadi salah satu amalan yang akan diperhitungkan pada hari kiamat.
"Nabi Muhammad SAW mengatakan, bahwa yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat adalah shalat. Kalau shalatnya baik, ibadah yang lain akan ikut baik. Begitu juga kalau shalatnya buruk, ibadah yang lain akan ikut buruk," tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak menjalankan shalat secara setengah-setengah atau hanya sesekali. Menurutnya, kewajiban shalat lima waktu harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.
"Jangan pernah tinggalkan shalat walaupun dalam perjalanan. Shalat kita mempunyai pengaruh dalam pergaulan. Oleh karena itu, saya mengingatkan agar selalu shalat dalam keadaan apa pun, sehari lima waktu," tegasnya.
KH Mahrusun juga mengingatkan jamaah bahwa kehidupan manusia tidak berhenti ketika meninggal dunia. Kehidupan akan berlanjut menuju kehidupan akhirat sehingga manusia perlu mempersiapkan diri dengan amal dan ibadah selama masih diberikan kesempatan hidup.
Menurutnya, penyesalan tidak akan berguna ketika seseorang sudah tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki amalnya.
Kisah Keteladanan Rasulullah SAW.
Dalam tausiyahnya, KH Mahrusun Hadiyono turut menyampaikan kisah tentang kelembutan dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada seorang pengemis tunanetra di Madinah.
Dikisahkan, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memberikan makanan kepada pengemis tersebut dengan penuh kelembutan. Namun, pengemis itu tidak mengetahui bahwa orang yang selama ini berbuat baik kepadanya adalah Rasulullah SAW. Bahkan, pengemis tersebut kerap menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW.
Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq meneruskan kebiasaan tersebut dengan memberikan makanan kepada pengemis itu. Ketika pengemis tersebut mengetahui bahwa orang yang selama ini memberinya makan adalah Nabi Muhammad SAW yang telah wafat, ia menyadari keteladanan dan kelembutan Rasulullah SAW.
Kisah tersebut disampaikan sebagai pelajaran tentang pentingnya akhlak, kesabaran, kasih sayang dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Perbekel: Kebersamaan dan Toleransi Harus Terus Dijaga
Sementara itu, Perbekel Desa Sembung Gede, I Gusti Nengah Sulandera, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Ia mengatakan, bahwa dirinya telah beberapa kali menghadiri kegiatan Maulid Nabi yang dilaksanakan di sejumlah kawasan perumahan di wilayah Desa Sembung Gede.
"Saya sudah empat kali menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu di Perumahan BCA Land, Perumahan Mandung 2, Perumahan Puskopad dan sekarang di Mandung 1. Ini adalah wujud toleransi kita bersama. Kalau kita bersatu, semua kegiatan dapat terlaksana dengan lancar," ujarnya.
Sulandera juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa, dalam berbagai keperluan administrasi maupun kegiatan kemasyarakatan.
Ia berharap warga terus mendukung berbagai program desa, termasuk pengembangan UMKM dan potensi masyarakat.
Dirinya juga menyatakan dukungan terhadap rencana penyelenggaraan berbagai perlombaan dan festival di wilayah Kerambitan, mengingat banyaknya potensi serta talenta seni yang dimiliki masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Desa Sembung Gede juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi persoalan. "Kalau ada permasalahan, silakan melapor kepada Ketua RT atau aparat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Di desa juga sudah ada Balai Sabar Adhyaksa. Kita bisa selesaikan permasalahan di desa sehingga desa kita tetap aman dan nyaman," katanya.
Ia juga memaparkan sejumlah potensi dan capaian Desa Sembung Gede, termasuk keberadaan 10 banjar adat ditambah lingkungan perumahan, perkembangan UMKM, Bumdes dan Bumdesma.
MWCNU Dorong Lomba Hadrah
Ketua MWCNU H. Mansyur Pasaribu, SH mengucapkan terima kasih kepada Perbekel Desa Sembung Gede yang dinilai senantiasa hadir dan mendukung kegiatan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sembung Gede.
Mansyur mengatakan, bahwa keberadaan TPQ dan RA Al-Iqra menjadi bagian penting dalam pendidikan keagamaan anak-anak di lingkungan Mandung. Ia berharap ke depan dapat terjalin sinergi yang lebih kuat dengan NU dan seluruh majelis taklim.
Ia juga mengusulkan agar tahun depan digelar lomba Hadrah bagi anak-anak, sebagai bagian dari pengembangan bakat sekaligus syiar keagamaan.
Yayasan Bina Umat Mandung Dorong Pendidikan Generasi Berakhlak
Ketua Yayasan Bina Umat Mandung Didik Aris Santoso menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, khususnya KH Mahrusun Hadiyono, M.Pd.I.
Didik menjelaskan bahwa Yayasan Bina Umat Mandung bergerak di bidang kemanusiaan dan keagamaan.
Yayasan tersebut didirikan sebagai wadah untuk mengakomodasi masyarakat di sekitar Mandung, terutama dalam kegiatan keagamaan dan kemanusiaan. Menurutnya, legalitas yayasan telah terdaftar di Kemenkumham sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara tertib dan terorganisasi.
"Dengan adanya Yayasan Bina Umat Mandung ini, kami ingin menjadi bagian dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah melalui unit-unit TPQ maupun RA yang ada di bawah Yayasan Bina Umat Mandung," jelasnya.
Didik juga berharap, koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Desa Sembung Gede serta aparat TNI-Polri, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, terus ditingkatkan. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lingkungan Mandung 1, Purwanto, yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar.
Didik menambahkan, meski yayasan baru hampir satu tahun berdiri, pihaknya telah berhasil mengupayakan tempat belajar bagi anak-anak melalui berdirinya TPQ Al-Iqra.
Saat ini, kata dia, yayasan juga tengah melakukan penggalangan dana untuk membantu pelunasan RA Al-Iqra.
Panitia Apresiasi Dukungan Tamu Undangan
Ketua Panitia Pelaksana Puguh menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana dengan baik.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada adik-adik tim Hadrah TPQ Al-Iqra yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Mahrusun Hadiyono, M.Pd.I.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat, sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat ibadah serta membentuk generasi penerus yang ceria, berakhlak mulia dan mampu menjaga kerukunan di tengah masyarakat.(Arifin)















