• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo H. Firdaus, Dorong Santri Jadi Pemimpin Masa Depan

    Mustofa
    Kamis, 22 Oktober 2026, 6:08:00 PM WIB Last Updated 2026-10-22T11:10:23Z

    SNIPER86.COM, Probolinggo - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo H. Firdaus Amin AG, ST., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan umat Islam, menumbuhkan semangat cinta damai, serta melahirkan generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.


    Menurut  H. Firdaus, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali peran santri dalam perjalanan bangsa sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

    “Atas nama Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo, saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional,” kata politikus muda H. Firdaus

    Ia berharap peringatan HSN dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang sejuk, damai, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

    Bagi Firdaus santri memiliki posisi penting dalam perjalanan masa depan bangsa. Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan agama, tetapi juga dituntut memiliki wawasan intelektual, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

    Karena itu, pendidikan pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai moral.

    Ia juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus terus hidup dalam diri setiap santri. Keteladanan, doa, kerja keras, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu menjadi bekal penting untuk meneruskan cita-cita perjuangan sekaligus memberikan manfaat bagi sesama.

    “Menjadi santri bukan berarti harus merasa paling suci. Menjadi santri bukan menjadi manusia yang eksklusif, tetapi menjadi manusia sejati yang meneladani Rasulullah Muhammad SAW,” ujarnya.

    Pesan tersebut menegaskan bahwa nilai kesantrian seharusnya tercermin melalui perilaku sehari-hari, seperti kerendahan hati, kejujuran, kepedulian, serta kemampuan menghargai perbedaan. Santri diharapkan hadir di tengah masyarakat sebagai pembawa kesejukan, bukan menciptakan sekat di antara sesama.

    Lebih jauh, Firdaus menaruh harapan besar terhadap peran santri dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan. Menurutnya, generasi muda pesantren memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, dan menjunjung tinggi akhlakul karimah.

    Ia berharap para santri terus mengembangkan kemampuan diri, memperluas wawasan, serta membangun kepercayaan diri agar mampu berkiprah di berbagai bidang kehidupan, baik dalam pemerintahan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun sektor lainnya.

    “Harapan kita ke depan, santri-santri bisa menjadi pemimpin. Karena di tangan mereka akan terwujud generasi-generasi yang berakhlakul karimah,” tuturnya.

    Pria berambut gondrong ini juga berharap kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan intelektual, tetapi juga oleh karakter, moral, dan tanggung jawab para pemimpinnya. Karena itu, perpaduan antara ilmu pengetahuan dan akhlak menjadi modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik. * (Tofa/TF)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini