SNIPER86.COM, Probolinggo – Memasuki bulan Desember 2025, warga Probolinggo, terutama yang bermukim di wilayah pesisir dan dataran rendah, dihadapkan pada potensi curah hujan yang sangat intensif.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bahwa kondisi ini berpotensi memicu banjir tahunan.
Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan atau dataran tinggi (hulu) akan berdampak langsung pada peningkatan debit air yang signifikan di wilayah bawah (hilir) Probolinggo.
Kondisi geografis wilayah pesisir membuatnya menjadi titik rawan akumulasi air dan rawan banjir. Menyikapi situasi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik berlebihan.
"Maka, setidaknya warga waspada dengan situasi tersebut, namun tetap tenang dan tidak terlalu cemas dan takut yang berlebihan," ujar salah seorang pawang hujan yang identitasnya dirahasiakan.
Peringatan ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan logistik dalam menghadapi bencana alam. Imbauan kebersihan sungai adalah kunci mitigasi banjir.
Selain faktor alam, salah satu kontributor utama banjir yang sering terjadi adalah ulah manusia. Warga dihimbau keras untuk menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah di sembarang tempat, terutama di aliran sungai.
"Hal ini juga berpengaruh pada banjir. Sampah yang menumpuk di sungai akan menyumbat aliran air, dan ketika curah hujan tinggi, sungai akan meluap dengan cepat," jelasnya lebih lanjut.
Penertiban dan kesadaran dalam pengelolaan sampah menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi risiko banjir di Probolinggo.
Pemerintah daerah dan warga diharapkan dapat bekerja sama secara kolektif, baik dalam hal kesiapsiagaan maupun menjaga lingkungan. "Saling berdoa agar Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan keselamatan kepada warga Probolinggo dan sekitarnya," pungkasnya.*
(Ads)





