• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    HUT SNIPER86.COM


     

    Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono Mengawal dan Mengamankan Peresmian Revitalisasi Museum Tengger oleh Menbud Fadli Zon

    Selasa, 27 Januari 2026, 8:28:00 AM WIB Last Updated 2026-01-27T01:28:29Z

    SNIPER86.COM, Probolinggo - Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengawal dan mengamankan pelaksanaan peresmian revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon, Selasa (27/1)

    Peresmian revitalisasi Museum Tengger tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga dan penandatanganan prasasti oleh Menbud RI Fadli Zon yang didampingi jajaran forum kordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo beserta sejumlah pihak.

    Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi. Museum ini dibangun dengan tujuan sebagai ruang edukasi, dokumentasi serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

    “Harapan kami, Museum Tengger ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya bangsa, khususnya budaya masyarakat Tengger yang sarat nilai historis, filosofis dan kearifan lokal,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

    Dandim berharap Museum Tengger dapat berkembang sebagai pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.


    “Semoga Museum Tengger ini menjadi pusat kajian kebudayaan dan destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi," ujarnya.

    Sementara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan dirinya telah meninjau kondisi Museum Tengger beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara Yadnya Kasada. Sejak saat itu, pihaknya langsung merespons perlunya revitalisasi museum tersebut.

    “Alhamdulillah, hari ini revitalisasi Museum Tengger telah selesai. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam mewujudkan hal ini,” ungkapnya.

    Menurutnya, rehabilitasi dan revitalisasi museum merupakan bagian penting dari komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi.

    Museum Tengger yang terletak di kaki Gunung Bromo ini menyimpan berbagai ekspresi budaya berupa benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat serta beragam artefak budaya lainnya. Koleksi tersebut mencerminkan nilai-nilai leluhur dan tradisi, termasuk upacara Yadnya Kasada, yang membentuk identitas serta pola kehidupan masyarakat Tengger.

    “Masyarakat Tengger telah menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber kekuatan. Nilai harmoni antara manusia dan alam, sesama manusia, serta dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, merupakan jati diri yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” lanjutnya.

    Fadli Zon menegaskan Museum Tengger diharapkan menjadi pusat informasi, pusat edukasi dan pusat budaya. “Saya mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Tengger untuk memahami lebih dalam budaya masyarakat Tengger,” pungkasnya.*

    (Ada/Pendim) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini