SNIPER86.COM BINJAI, SUMATERA UTARA – Wakil Walikota Binjai Hasanul Jihadi (Jiji) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Djoelham Binjai yang berlokasi di Jalan S. Hasanuddin, Kamis (8/1/2025) pagi. Dalam kunjungan kali ini, ia mengendarai sepeda motor untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
Jiji disambut oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Djoelham Binjai dr. Romi Ananda Lukman beserta jajaran staff, Kepala Dinas Perhubungan Harimin Tarigan, dan Kepala Inspektorat Heny Sridewi SE. M.Sp.
Topik utama yang dibahas dalam sidak ini adalah tata kelola parkir yang saat ini menggunakan sistem modern dan otomatis. "Kita datang untuk melihat dan mendengar tentang tata kelola parkir, agar bisa memberikan informasi yang sebenar-benarnya terkait apa yang dirasakan masyarakat, karyawan, dan manajemen rumah sakit," ujar Jiji, yang mengaku sudah beberapa kali melakukan sidak di rumah sakit milik pemerintah kota tersebut.
Ia mengungkapkan telah melakukan konfirmasi kepada Walikota Binjai terkait pengelolaan parkir oleh pihak ketiga, namun pihaknya tidak mengetahui dan tidak pernah terinformasi mengenai hal tersebut. "Saya minta kepada Inspektorat agar memeriksa dengan baik dan benar," tegasnya.
Menurut Jiji, penggunaan sistem parkir otomatis di RSUD Djoelham belum melalui kajian resmi dan telah menjadi keluhan masyarakat. "Keputusan ini menjadi tanda tanya kita bersama. Fokus kita harusnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas rumah sakit," ucapnya dengan nada kesal.
Wakil Walikota juga menyebutkan bahwa sejak peluncuran UHC, jumlah pasien di RSUD Djoelham meningkat hampir 30 persen, bahkan melayani pasien dari luar Kota Binjai seperti Deli Serdang, Langkat, hingga Simalungun. Meskipun ada perbaikan setelah sidak pada bulan Ramadhan tahun lalu, kini muncul keluhan baru terkait parkir.
Dengan tegas, Jiji mengumumkan bahwa parkir otomatis tersebut telah dinonaktifkan. "Fokusnya adalah pelayanan kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan dari parkir. Hari ini keluhan masyarakat kita tindaklanjuti," katanya disambut tepuk tangan dari warga yang menyaksikan.
Ia menjelaskan bahwa parkir tersebut dinonaktifkan karena menimbulkan berbagai permasalahan, bahkan membuat sebagian masyarakat terpaksa parkir di kantor Walikota. "Saya minta Inspektorat segera periksa siapa yang membuat masalah ini. Jangan korbankan masyarakat untuk mencari keuntungan," tegasnya.
Jiji berjanji akan memberikan rekomendasi dan saran kepada Walikota Binjai terkait permasalahan ini, karena laporan dari lapangan terkadang berbeda dengan apa yang dibahas dalam rapat. "Saya langsung turun kesini agar laporan saya ke Walikota tidak ABS (Asal Bapak Senang)," tutupnya. Selain mengecek parkir, ia juga melihat beberapa ruangan dan berbincang dengan pasien serta keluarga mereka.
Masyarakat kini dapat terbebas dari biaya parkir di RSUD Djoelham setelah hampir sebulan mengeluhkan penerapan sistem parkir bayar.( R-2)





