SNIPER86.COM, Ambon - Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Hari Sandra menanggapi dengan tegas pemberitaan miring yang dirilis oleh media Referensimaluku.id. Berita yang menuding adanya keterlibatan oknum TNI dari Kodim 1504 Ambon dalam "memelihara" kelompok kriminal bernama "Bataso" ditegaskan sebagai opini menyesatkan dan tidak berdasar.
Dandim menyatakan, bahwa tuduhan yang menyebut TNI menjadikan kelompok preman sebagai "anak emas" untuk kepentingan pribadi adalah penghinaan terhadap institusi.
"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum maupun fakta lapangan yang jelas. Kami sebagai TNI memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan dan membantu kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat, bukan justru memelihara penyakit masyarakat," tegas Dandim.
Dandim sangat menyayangkan pola pemberitaan yang dilakukan oleh pihak media terkait. Menurutnya, berita tersebut ditulis hanya berdasarkan asumsi atau perkiraan sepihak, tanpa adanya upaya konfirmasi (check and re-check) kepada pihak Kodim.
"Sangat disayangkan, sebuah media massa membangun narasi liar berdasarkan 'perkiraan sendiri', tanpa menanyakan fakta sebenarnya kepada kami. Ini bukan jurnalisme yang sehat, melainkan upaya framing negatif yang sengaja ingin merusak citra dan nama baik institusi TNI di mata masyarakat," tambahnya.
Ia juga meminta agar oknum wartawan tidak membuat narasi yang menggiring opini publik untuk membenci aparat keamanan melalui berita provokatif. Keberadaan markas TNI di tengah kota justru bertujuan memberikan rasa aman, bukan melindungi pelaku kriminal.
Sebagai bukti nyata komitmen keamanan, Dandim menjelaskan, bahwa Kodim 1504/Ambon telah bersinergi erat dengan Polresta Pulau Ambon. Kedua instansi ini rutin melaksanakan patroli bersama pada malam hari, untuk memelihara Kamtibmas di wilayah Ambon serta mencegah dan mengeliminasi berbagai gangguan keamanan.
Dalam kesempatan ini, Dandim juga mengharapkan peran aktif dari warga Kota Ambon. Ia memohon partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan.
"Jika melihat atau mendengar adanya gangguan Kamtibmas, silahkan masyarakat segera melaporkan ke pihak Kodim atau kepolisian terdekat. Jangan ragu untuk memberikan informasi akurat demi menjaga lingkungan tetap kondusif," harap Dandim.
Di akhir klarifikasinya, Dandim mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Ambon agar lebih bijak dalam mengkonsumsi informasi di media sosial maupun portal berita.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang hanya ingin memecah belah hubungan TNI dan rakyat. Nilailah berita dengan akal sehat dan jangan percaya pada isu yang sifatnya hanya adu domba. Kami bersama Polri tetap berkomitmen menjaga Kamtibmas di Maluku tetap kondusif," pungkas Dandim.*(MM.S86)
Sumber : Pendam 15/Ptm













