SNIPER86.COM, Ambon - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LLM bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, S.Sos., dinilai telah mengambil langkah strategis dalam mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Maluku, demi mewujudkan visi "Par Maluku Pung Bae".
Salah satu kebijakan yang saat ini menjadi perhatian publik adalah terkait proyek Maluku Integrated Port (MIP). Proyek tersebut sebelumnya direncanakan berlokasi di Waesarissa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Namun dalam perkembangannya, lokasi proyek kembali dialihkan ke Ambon karena berbagai pertimbangan kondisi strategis.
Perubahan lokasi ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, mulai dari aktivis pemerhati pembangunan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, LSM, hingga kalangan politisi yang turut memberikan kritik dan pandangan kepada pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh Maluku berinisial SL, yang dikenal memiliki keahlian di bidang kemaritiman serta memiliki data terkait kelautan dan pesisir Maluku, menyampaikan pandangannya kepada media ini pada Jumat (6/3/2026).
Menurut SL, kebijakan yang diambil oleh Gubernur Maluku untuk menempatkan proyek MIP di Pulau Ambon merupakan langkah yang tepat dan strategis, dalam mendorong percepatan pembangunan di Maluku.
Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi, Ambon dinilai memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan kawasan berbasis maritim dan investasi terpadu.
"Ambon memiliki keunggulan dari sisi akses, infrastruktur, serta konektivitas ekonomi. Hal ini tentu sangat mendukung pengembangan kawasan pelabuhan terpadu yang akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Maluku," ujar SL.
Ia juga mengingatkan agar semua pihak dapat menerima dan mengawal kebijakan strategis tersebut secara bijak. Menurutnya, proyek MIP bukanlah proyek yang lahir secara tiba-tiba, melainkan bagian dari perencanaan pembangunan jangka panjang bagi masa depan Maluku.
"MIP bukan proyek yang muncul tiba-tiba. Ini adalah langkah besar untuk kepentingan pembangunan, kemajuan, dan kemandirian Maluku ke depan," tegasnya.
MIP untuk “Maluku Pung Bae”
SL menilai, komitmen besar Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tidak lain adalah untuk mendorong pembangunan daerah demi terwujudnya Maluku yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Keberadaan MIP di Ambon diharapkan mampu memperkuat posisi kota tersebut sebagai gerbang ekonomi kawasan timur Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, proyek ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan usaha lokal serta menarik minat investor nasional maupun internasional untuk berinvestasi di Maluku.
"Proyek ini merupakan bagian dari visi besar pembangunan daerah yang berorientasi pada potensi kelautan dan sumber daya alam Maluku," jelasnya.
Dengan dukungan lokasi yang strategis serta peningkatan infrastruktur yang terus dilakukan, MIP di Ambon diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ajak Masyarakat Bersatu
SL juga mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk tidak memperdebatkan kembali persoalan lokasi proyek tersebut, meskipun sebelumnya sempat mengalami beberapa perubahan.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari proses kajian ilmiah dan pertimbangan strategis pemerintah daerah.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya sempat menghadapi tantangan dalam menentukan lokasi pelabuhan MIP yang dahulu dikenal dengan nama Ambon New Port (ANP). Setelah melalui berbagai kajian, proyek tersebut akhirnya kembali diarahkan ke Pulau Ambon.
Ia pun menegaskan, bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku memiliki visi besar untuk pembangunan daerah. "Semua pihak di Maluku sebaiknya bergandengan tangan bersama pemerintah untuk membangun daerah ini ke depan, bukan justru memperbesar perbedaan dengan opini-opini yang provokatif," katanya.
SL juga mengingatkan, bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik, selama kritik tersebut bersifat konstruktif dan bertujuan membangun. "Mari kita hilangkan perbedaan dan perbesar rasa kebersamaan demi Maluku Pung Bae," pungkasnya.*(MM.S86)













